Jaga Kepercayaan Investor, Pemerintah Dorong Emiten Perkuat Kinerja dan Tata Kelola
JAKARTA – Pemerintah meminta perusahaan tercatat atau emiten memperkuat kinerja, tata kelola, serta transparansi bisnis untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus mendukung stabilitas iklim investasi dan perekonomian nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, reputasi emiten menjadi salah satu cerminan kondisi perekonomian Indonesia. Karena itu, perusahaan perlu menjalankan bisnis secara akuntabel dan berorientasi jangka panjang.
“Menjaga kinerja, governance dan seoptimal mungkin memanfaatkan pasar modal,” kata Airlangga dalam Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Pemerintah, kata Airlangga, terus mendampingi dunia usaha melalui Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking yang bertugas mengurai berbagai hambatan operasional maupun investasi.
Hingga kini, Satgas Debottlenecking telah menerima 170 aduan dari pelaku usaha dan menyelesaikan 124 persoalan. Pemerintah mengimbau pelaku usaha yang menghadapi kendala di lapangan memanfaatkan fasilitas advokasi tersebut untuk memperoleh kepastian berusaha.
Airlangga menilai prospek bisnis yang kuat, keterbukaan informasi, serta meningkatnya kepemilikan saham publik akan membantu membangun kepercayaan investor. Dengan fundamental yang kokoh, emiten juga dinilai tidak perlu terlalu khawatir terhadap penilaian lembaga pemeringkat internasional.
Sementara itu, AEI menetapkan penguatan kepercayaan investor sebagai salah satu prioritas organisasi untuk tiga tahun ke depan. Upaya tersebut akan dilakukan melalui penguatan fundamental perusahaan, tata kelola, komunikasi, serta kolaborasi dengan seluruh pelaku ekosistem pasar modal.
Ketua Umum AEI Armand Wahyudi Hartono mengatakan, kepercayaan pasar harus dibangun melalui kinerja yang kuat dan tata kelola yang baik.
“AEI akan memperkuat fungsi advokasi dengan menghimpun aspirasi anggota untuk disampaikan sebagai masukan konstruktif terhadap berbagai kebijakan dan regulasi yang berkaitan dengan pasar modal Indonesia,” ujar Armand.
Selain advokasi kebijakan, AEI akan memperluas diseminasi informasi, riset, edukasi, dan berbagi pengetahuan guna meningkatkan daya adaptasi serta daya saing emiten menghadapi perubahan peta bisnis.
Armand menegaskan, seluruh program AEI harus memberikan manfaat nyata bagi anggota agar perusahaan tercatat semakin kuat, adaptif, dan kompetitif.
“Sinergi seluruh pengurus, anggota, regulator, serta organisasi penunjang pasar modal akan memperkuat kepercayaan investor dan mendorong pasar modal Indonesia terus tumbuh di level global,” pungkasnya.
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 6 jam yang lalu
TangselCity | 20 jam yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu








