Pemprov Genjot Normalisasi Kali Angke & Cirarab
Manfaatkan Musim Kemarau
PONDOK AREN-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memanfaatkan musim kemarau untuk menggenjot penanganan banjir di wilayah Tangerang Raya. Sejumlah pekerjaan dilakukan dengan membenahi aliran sungai yang menjadi bagian penting dalam sistem pengendalian banjir dari hulu hingga hilir.
Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, penanganan banjir tidak bisa dilakukan hanya pada satu wilayah. Sebab, aliran air saling berkaitan, mulai dari kawasan hulu, tengah hingga hilir yang berada di wilayah berbeda.
“Ya, memang terkait dengan banjir ini kan bukan hanya satu sisi ya, dari hulu, tengah, hilir,” ujar Andra Soni saat dijumpai di Pondok Aren, Senin (31/8).
Salah satu pekerjaan yang tengah dilakukan yakni normalisasi Kali Angke. Sungai tersebut menjadi salah satu aliran penting yang melintasi wilayah Tangerang Selatan dan terhubung dengan sistem aliran air menuju wilayah hilir.
Selain Kali Angke, Pemprov Banten juga melakukan penanganan terhadap Sungai Cirarab yang mengalir di kawasan Tangerang, termasuk wilayah Pasar Kemis.
Menurut Andra, penanganan pada kedua aliran sungai tersebut merupakan bagian dari upaya mengatasi persoalan banjir secara menyeluruh di Tangerang Raya. Hal itu dilakukan dengan memperhatikan keterkaitan antara wilayah hulu, tengah dan hilir.
“Nah, apa yang dilakukan di Tangerang Selatan, bagian tengah di Tangerang Selatan, ada lagi bagian hilirnya yang ada di Tangerang, ada lagi di kabupaten dan sebagainya,” katanya.
Musim kemarau dinilai menjadi momentum yang tepat untuk mempercepat pekerjaan fisik di lapangan. Kondisi cuaca yang lebih kering memberikan kesempatan bagi pemerintah melakukan pengerukan sungai maupun pekerjaan penguatan tebing dan badan sungai.
“Nah, kesempatan sekarang, musim panas ini, kita berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan pengerukan dan sebagainya, termasuk pemasangan sheet pile-nya,” tutur Andra.
Pengerukan diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas aliran sungai sehingga air lebih lancar saat debit meningkat pada musim hujan. Sementara pemasangan sheet pile menjadi bagian dari penguatan struktur sungai untuk mendukung pengendalian aliran air.
Andra berharap berbagai pekerjaan tersebut dapat dimaksimalkan selama musim kemarau sebelum memasuki periode dengan curah hujan tinggi. “Mudah-mudahan ya, mudah-mudahan kita bisa,” ujarnya.
Tak hanya di wilayah Tangerang Raya, Pemprov Banten juga terus membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Koordinasi lintas daerah diperlukan karena aliran air dari wilayah Banten berkaitan dengan kawasan hilir yang bermuara hingga Jakarta.
“Di Jakarta kita sedang membangun komunikasi terus. Semakin lancar air di kita, kan semakin cepat sampai di sana. Di sana kan juga saudara kita, harus kita koordinasi ya,” jelasnya.
Menurut Andra, penanganan banjir memang membutuhkan sinergi antardaerah. Pembenahan di satu wilayah harus berjalan beriringan dengan penanganan di wilayah lainnya agar aliran air dapat dikendalikan secara lebih optimal.
Ia juga menyebut keberadaan Giant Sea Wall diharapkan dapat memberikan manfaat lebih besar bagi upaya pengendalian banjir di kawasan Jabodetabek.
“Nah, ditambah lagi sebenarnya harapan kita dengan adanya Giang Sea Wall. Ya, itu sebenarnya manfaatnya akan besar pada penanggulangan banjir, khususnya di wilayah Jabodetabek,” pungkasnya.
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 15 jam yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu



