Setahun Jadi Menkeu, Purbaya Klaim Ekonomi Menuju 6 Persen
JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa genap setahun menjalankan tugasnya. Selama mengurus keuangan negara, berat badannya turun cukup signifikan. Namun, Purbaya tetap optimistis perekonomian Indonesia mampu mendekati pertumbuhan 6 persen pada akhir 2026.
Purbaya dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menkeu pada 8 September 2025, menggantikan Sri Mulyani.
Saat ditanya soal pengalamannya selama setahun menjabat, Purbaya berseloroh dengan menunjukkan perubahan berat badannya.
"Pas jadi menteri saya 102 kg. Sekarang 97 kg atau 98 kg, itu sudah recover, kemudian turun ke 88 kg. Berarti kerjanya memang berat di Kementerian Keuangan," ujar Purbaya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Purbaya mengatakan, ketika pertama menjabat, ekonomi Indonesia tengah menghadapi krisis kepercayaan. Ia pun berupaya membangun kembali optimisme melalui kebijakan dan pembentukan ekspektasi ekonomi yang positif.
Menurutnya, kepercayaan akan mendorong investor kembali berinvestasi, masyarakat meningkatkan konsumsi, dan dunia usaha memperluas ekspansi.
"Selama setahun terakhir ekonominya sudah lumayan stabil. Memang kita akan keluar dari keterpurukan melambat signifikan," katanya.
Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,39 persen pada kuartal IV-2025, 5,61 persen pada kuartal I-2026, dan 5,29 persen pada kuartal II-2026.
Ia optimistis pertumbuhan ekonomi dapat bergerak menuju 6 persen dan berpeluang dicapai pada kuartal IV-2026.
"Saya pastikan sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen, tapi sekarang siap untuk gerakkan 6 persen lagi," tegasnya.
Optimisme itu, kata Purbaya, didukung mulai bergeraknya sektor swasta dan peran pemerintah dalam menjaga momentum ekonomi.
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai kebijakan Purbaya cenderung eksperimental dan propertumbuhan. Salah satunya melalui pengalihan Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke perbankan untuk memperlonggar likuiditas dan mendorong kredit.
Namun, Yusuf mengingatkan agar likuiditas benar-benar mengalir ke sektor produktif, terutama UMKM, sehingga mampu meningkatkan produksi dan membuka lapangan kerja.
Sementara itu, Peneliti Indef Sugiyono Madelan menilai stimulus ekonomi perlu diperkuat untuk mengejar pertumbuhan 6 persen. Ia mengingatkan pemerintah agar tidak mengandalkan kenaikan pajak.
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu





