TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Warga Carita Ikhtiar Doa Hingga Larung Seekor Kerbau Ke Laut

Hari Ketujuh Pencarian 5 Jurnalis & 3 Kru Kapal Masih Nihil

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Senin, 14 September 2026 | 09:12 WIB
BERDOA DAN LARUNG KERBAU. Warga Carita Kabupaten Pandeglang, sedang melakukan doa dan larung seekor kerbau menggunakan kapal nelayan KM Rezeki BTN 8742, di tengah laut Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Senin (14/9). (ISTIMEWA)
BERDOA DAN LARUNG KERBAU. Warga Carita Kabupaten Pandeglang, sedang melakukan doa dan larung seekor kerbau menggunakan kapal nelayan KM Rezeki BTN 8742, di tengah laut Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Senin (14/9). (ISTIMEWA)

PANDEGLANG - Hari ketujuh operasi SAR terhadap 5 orang jurnalis dan 3 kru kapal yang hilang kontak menggunakan speedboat, terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. Selain itu, warga Kecamatan Carita ikut serta melakukan pencarian lewat ikhtiar doa dan larung (menghanyutkan) seekor kerbau, di tengah laut Selat Sunda, Senin (14/9).

 

Larung seekor kerbau itu menggunakan kapal nelayan KM Rezeki BTN 8742 berlayar dari Dermaga Marina Lippo Carita, Kabupaten Pandeglang. Ritual tersebut dilakukan sebagai ikhtiar spiritual masyarakat setempat agar proses pencarian delapan korban diberikan kelancaran dan para korban segera ditemukan.

 

Sejumlah warga turut menyaksikan prosesi itu dari dermaga, sementara sebagian lainnya ikut mengiringi pelarungan menggunakan perahu.

 

Menurut kepercayaan masyarakat pesisir Carita, pelarungan sesajen merupakan tradisi yang kerap dilakukan sebagai bentuk doa dan harapan ketika terjadi musibah di laut. 

 

Tokoh masyarakat Carita, Abah Si'in, mengatakan, ritual pelarungan satu ekor kerbau merupakan tradisi yang telah lama dijalankan masyarakat pesisir saat terjadi musibah di laut. 

 

Menurutnya, ritual tersebut bukan untuk tujuan mistis, melainkan sebagai bentuk doa dan ikhtiar kepada Allah SWT agar proses pencarian korban diberi kelancaran.

 

“Ini tradisi masyarakat pesisir yang sudah turun-temurun. Tujuannya memanjatkan doa kepada Allah SWT agar pencarian korban dilancarkan dan mereka segera ditemukan,” kata Abah Si'in.

 

Selain mendoakan para korban, warga juga memanjatkan doa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran dalam menghadapi musibah tersebut.

 

“Kami juga meminta kepada Allah SWT agar seluruh korban bisa segera ditemukan,” katanya lagi.

 

Sihin menjelaskan, prosesi pelarungan dilakukan setelah warga bermusyawarah dan menyiapkan sesajen berupa satu ekor kerbau. Sesajen itu kemudian dibawa menggunakan kapal nelayan ke perairan Selat Sunda untuk dilarungkan sebagai bagian dari tradisi masyarakat pesisir.

 

Ia berharap, ikhtiar spiritual yang dilakukan warga dapat berjalan beriringan dengan upaya tim SAR gabungan yang hingga hari ketujuh masih menyisir perairan Selat Sunda untuk mencari lima jurnalis dan tiga kri kapal yang hilang kontak.

 

Sementara, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengungkapkan, dari hari pertama hingga hari ketujuh melakukan operasi SAR, pihaknya belum menemukan keberadaan 5 orang jurnalis dan 3 kru kapal yang hilang kontak tersebut.

 

“Dari hari pertama sampai ketujuh, kita akan evaluasi kembali objek yang mana yang belum kita lalui. Tetap kita pakai metode menggunakan kapal dan pemantauan udara, semua itu tergantung kondisi cuaca seperti apa. Seperti di hari kelima dan keenam kita terkendala kabut,” katanya.

 

Sejauh ini pihaknya menyatakan, belum dapat melakukan metode penyelaman, sebab hingga saat ini pihaknya belum menemukan titik korban.

 

“Kalau untuk metode penyelaman, karena titik korban dan speedboat belum kita temukan dengan begitu kita belum pastikan untuk melakukan penyelaman,” tandasnya.

 

Diberitakan sebelumnya, Memasuki hari keenam operasi SAR, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian terhadap delapan orang yang berada di dalam kapal speedboat yang dilaporkan hilang kontak, di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Pencarian pada Minggu (13/9) melibatkan unsur laut, darat, dan udara dengan total luas area pencarian mencapai 6.010 NM².

 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan, bahwa operasi pencarian terus dioptimalkan dengan mengerahkan berbagai unsur SAR gabungan dan sarana pencarian yang tersedia.

 

“Memasuki hari keenam operasi SAR, kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya mengoptimalkan pencarian terhadap delapan orang yang masih dalam pencarian. Area pencarian telah dibagi menjadi beberapa sektor dengan dukungan unsur laut, darat, dan udara. Kami akan terus melakukan upaya terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat,” kata Al Amrad.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit