Suahasil Diminta Jaga APBN Tetap Sehat, Defisit Terkendali
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memberi mandat kepada Suahasil Nazara untuk menjaga pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap sehat dan kredibel.
Suahasil resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Pengangkatan tersebut tertuang dalam Keppres Nomor 97/P Tahun 2026.
Usai dilantik, Suahasil mengatakan Prabowo meminta dirinya memastikan APBN tetap menjadi penggerak pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Ia juga berkomitmen mempertahankan defisit APBN di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, hingga akhir Juni 2026 defisit APBN tercatat Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap PDB.
“APBN harus mendukung program prioritas Pemerintah,” kata Suahasil.
Selain menjaga defisit, Suahasil menekankan pentingnya efisiensi belanja negara. Menurutnya, efisiensi bukan sekadar memangkas anggaran, melainkan memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan hasil optimal.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menilai Suahasil memiliki pengalaman dan kompetensi untuk mengemban tugas tersebut.
“Saya percaya Bapak Suahasil merupakan figur yang tepat untuk mengelola APBN agar lebih sehat dan kredibel,” ujar Gibran.
Sementara itu, CEO Danantara Rosan Roeslani optimistis pergantian Menteri Keuangan tidak mengganggu program pemerintah yang sedang berjalan. Ia memastikan akan segera berkoordinasi dengan Suahasil terkait berbagai program yang masih berjalan.
Di sisi lain, ekonom menilai Suahasil menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan ruang fiskal, pengelolaan likuiditas, hingga menjaga kepercayaan pasar terhadap kebijakan fiskal pemerintah.
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mengatakan koordinasi pengelolaan kas pemerintah, penerbitan Surat Berharga Negara (SBN), dan kebijakan likuiditas Bank Indonesia harus diperkuat.
Sedangkan ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai efisiensi anggaran harus dilakukan secara selektif agar tidak memangkas belanja produktif yang menopang pertumbuhan ekonomi.
Nasional | 23 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu






