Anak Punk Tasawuf Underground Bersuara Lewat Photovoice Exhibition
CIPUTAT TIMUR — Anak punk dan santri jalanan yang tergabung dalam komunitas Tasawuf Underground (TU) menunjukkan bahwa mereka tak hanya memiliki cerita tentang kehidupan jalanan, tetapi juga mampu menyuarakan persoalan di sekitarnya melalui karya.
Hal itu terlihat dalam Photovoice Exhibition dan Focus Group Discussion (FGD) Advokasi Kebijakan yang digelar Tim Peneliti Universitas Islam Syekh-Yusuf (Unis) Tangerang bersama KMF Kala Citra UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Student Center UIN Jakarta, Selasa (15/9).
Mengusung tema “Mengubah Stigma, Menantang Algoritma”, pameran foto tersebut menampilkan karya fotografi anak-anak Tasawuf Underground yang merekam berbagai persoalan sosial, lingkungan, hingga kondisi infrastruktur perkotaan di Jakarta dan Tangerang Selatan.
Melalui foto-foto tersebut, mereka menyampaikan persoalan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari kabel yang semrawut, saluran air tersumbat, jalan berlubang, trotoar rusak, hingga persoalan akses pendidikan bagi anak-anak dari kelompok marginal.
Ketua Tim Peneliti, Ade Irfan Abdurahman, mengatakan karya yang dipamerkan tidak semata-mata mengejar keindahan visual. Foto-foto tersebut menjadi medium bagi anak-anak jalanan untuk menyampaikan keresahan sekaligus menunjukkan persoalan yang mereka lihat secara langsung.
“Foto-foto yang dipamerkan hari ini bukan sekadar mengejar estetika visual, melainkan media penyampaian pesan moral dan data kemanusiaan langsung dari warga aspal jalanan. Keresahan yang dipotret murni dari sudut pandang mereka, mulai kelalaian kabel semrawut, saluran air tersumbat, hingga sulitnya anak marjinal mengakses sekolah," ujar Ade.
Dalam kegiatan tersebut, para pengunjung juga diajak mengikuti tur pameran. Anak-anak Tasawuf Underground turut menjelaskan cerita di balik foto yang mereka hasilkan, termasuk persoalan yang melatarbelakangi pengambilan gambar.
Pameran ini sekaligus menjadi ruang bagi komunitas yang selama ini kerap mendapatkan stigma negatif untuk menyampaikan gagasan melalui karya. Mereka tidak hanya menjadi objek pemberitaan atau pembicaraan, tetapi diberi kesempatan untuk menunjukkan sendiri bagaimana mereka melihat persoalan kota.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Tangsel, Mukroni, yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi karya yang ditampilkan. Menurutnya, anak-anak punk memiliki potensi yang dapat dikembangkan jika diberikan ruang dan pendampingan.
“Anak-anak punk membuktikan bahwa mereka punya karya nyata dan perhatian tinggi terhadap lingkungan. Pemkot Tangsel siap memfasilitasi program pembinaan wirausaha, pelatihan keterampilan di Balai Latihan Kerja (BLK), hingga kolaborasi pengelolaan sampah berbasis Bank Sampah dan TPS3R," tegas Mukroni.
Sementara itu, perwakilan Dispora DKI Jakarta Ahmad Assegaf menyatakan pihaknya juga membuka peluang bagi anak-anak Tasawuf Underground untuk mendapatkan pembinaan dan dukungan pengembangan usaha.
“Kami dari Dispora DKI Jakarta menyediakan program Pembinaan Aktivitas Pemuda dan Bantuan Wirausaha Pemula. Produk usaha sablon anak-anak TU akan kami bantu libatkan dalam booth acara Pemda. Terkait kendala pendaftaran sekolah anak, kami siap berkoordinasi langsung dengan Dinas Pendidikan agar hak pendidikan anak-anak ini terpenuhi," pungkas Ahmad.
Selain pameran dan diskusi, kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan Policy Brief kepada perwakilan Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Tangsel. Dokumen tersebut memuat tujuh rekomendasi strategis yang berkaitan dengan pemenuhan hak dan pelibatan kelompok marginal dalam kebijakan perkotaan.
Sejumlah rekomendasi di antaranya mendorong pelayanan administrasi kependudukan secara jemput bola, melibatkan komunitas marginal dalam perumusan kebijakan kota, serta menyediakan akses transportasi yang lebih inklusif.
Melalui Photovoice Exhibition, karya anak-anak Tasawuf Underground akhirnya tidak hanya menjadi pajangan. Foto-foto tersebut menjadi cara mereka menyampaikan suara, pengalaman, sekaligus harapan agar persoalan yang mereka lihat di ruang kota turut mendapat perhatian.
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu






