TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Tim Bulutangkis Indonesia Mulai Pemanasan di Tokyo, Bidik Performa Maksimal di Asian Games

Reporter: Farhan
Editor: AY
Rabu, 16 September 2026 | 06:51 WIB
Tim bulutangkis Indonesia yang akan turun di Asian Games 2026. Foto : Ist
Tim bulutangkis Indonesia yang akan turun di Asian Games 2026. Foto : Ist

TOKYO — Tim bulutangkis Indonesia mulai menjalani persiapan akhir menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Para atlet menggelar latihan perdana di NTT Central Training Center, Chofu, Tokyo, Jepang, Senin (14/9/2026).


Latihan yang berlangsung dari pagi hingga siang itu menjadi bagian dari proses pemulihan kondisi fisik sekaligus menjaga performa sebelum tim melanjutkan perjalanan ke Nagoya. NTT Central Training Center sendiri merupakan fasilitas latihan klub bulutangkis Jepang, NTT East.


Pelatih tunggal putri Indonesia, Imam Tohari, menyebut kondisi para pemain cukup baik dalam sesi perdana. Melihat respons positif tersebut, intensitas latihan pun sedikit ditingkatkan.


“Di hari pertama kondisi tunggal putri saya rasa sangat bagus semua. Makanya tadi intensitas latihannya sedikit saya naikkan agar hari-hari berikutnya semakin membaik,” ujar Imam kepada Humas dan Media PP PBSI.


Materi latihan meliputi pukulan dan pergerakan di lapangan dengan intensitas sedang. Program tersebut dirancang agar para atlet dapat kembali menemukan ritme latihan setelah menempuh perjalanan menuju Jepang.
“Programnya ada pukulan-pukulan dan pergerakan di lapangan dengan speed yang sedang biar besok sudah bisa lebih biasa,” katanya.


Selain kondisi fisik, faktor cuaca juga menjadi perhatian dalam proses adaptasi. Imam menilai suhu di Tokyo maupun Nagoya yang berada di kisaran 25 derajat Celsius cukup ideal bagi para atlet Indonesia.


“Dengan cuaca di Tokyo dan nanti di Nagoya yang tidak terlalu terik dan juga tidak terlalu dingin. Dengan kisaran suhu 25 derajat celcius itu cocok dengan atlet-atlet kita jadi seharusnya secara adaptasi tidak akan menjadi masalah besar,” tutur Imam.


Ia berharap kondisi cuaca di Jepang semakin bersahabat menjelang pertandingan.
“Semoga pekan depan, hujan juga sudah tidak seintens beberapa pekan terakhir,” harapnya.


Sementara itu, ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin membawa tekad lebih besar pada Asian Games kedua mereka. Pengalaman dari Asian Games Hangzhou menjadi bahan evaluasi bagi pasangan tersebut untuk tampil lebih berani di Nagoya.


Daniel mengatakan sesi latihan perdana berlangsung positif. Selain menjaga program yang telah dijalankan di Indonesia, kekompakan antarpemain juga mulai terbangun.


“Hari ini latihannya cukup baik, programnya masih maintain latihan kami yang di Indonesia kemarin. Suasana di sini enak dan kebersamaan timnya mulai terbangun. Semoga terus positif dari hari ke hari,” ujar Daniel.
Leo menambahkan, pengalaman di Hangzhou menjadi pelajaran penting bagi mereka.


“Kegagalan di Asian Games Hangzhou, kami jadikan pelajaran dan pengalaman. Kami harus perbaiki kesalahan, jangan diulangi lagi. Di Nagoya nanti kami harus tampil lebih berani,” tegasnya.


Kepercayaan diri Leo/Daniel turut meningkat setelah mereka mampu menundukkan ganda putra nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, pada babak pertama China Masters.


Meski demikian, keduanya tidak ingin terpaku pada satu lawan. Persaingan di Asian Games akan diikuti sejumlah pasangan tangguh sehingga konsistensi dan kewaspadaan di setiap pertandingan menjadi modal penting.


Cabang bulutangkis Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20-29 September. Pertandingan beregu putra dan putri digelar 20-24 September, sebelum dilanjutkan nomor perorangan pada 25-29 September.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit