TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Bunga Ketul, Si Bunga Liar yang Punya Banyak Nama

Oleh: Alifah MG
Editor: AY
Rabu, 16 September 2026 | 11:28 WIB
Bunga Ketul. Foto : Ist
Bunga Ketul. Foto : Ist

SERPONG – Bunga berukuran kecil dengan kelopak putih dan bagian tengah berwarna kuning mungkin kerap luput dari perhatian. Tumbuh liar di pinggir jalan, kebun, hingga lahan kosong, tanaman ini dikenal sebagai ketul atau ajeran (Bidens pilosa L.).


Ketul merupakan tanaman dari famili Asteraceae yang dikenal mampu beradaptasi di berbagai lingkungan. Tanaman ini relatif mudah tumbuh dan banyak ditemukan di kawasan tropis maupun subtropis.


Salah satu ciri khas ketul terlihat ketika bunganya mulai mengering. Tanaman ini menghasilkan buah berbentuk ramping, keras, dan berwarna cokelat kehitaman saat matang. Bentuk tersebut membantu bijinya menempel dan terbawa ke tempat lain sehingga ketul dapat berkembang biak dengan cepat.


Ketul juga memiliki beragam sebutan di sejumlah daerah. Di Indonesia, tanaman ini antara lain dikenal dengan nama ajeran dan hareuga dalam penggunaan lokal tertentu. Sementara dalam bahasa Inggris, ketul populer dengan sebutan black-jack atau Spanish needle.


Meski sering dianggap sebagai gulma karena tumbuh tanpa dibudidayakan, ketul memiliki sejarah pemanfaatan dalam pengobatan tradisional. Masyarakat di sejumlah daerah menggunakan bagian tertentu dari tanaman ini secara turun-temurun untuk berbagai keperluan.


Namun, pemanfaatan secara tradisional perlu dibedakan dengan klaim khasiat medis yang telah dibuktikan melalui penelitian ilmiah. Karena itu, penggunaan tanaman herbal tetap perlu dilakukan secara bijak dan tidak serta-merta menggantikan pengobatan medis.


Keberadaan ketul di sekitar kita menjadi contoh bahwa tanaman liar tidak selalu identik dengan tumbuhan pengganggu. Di balik tampilannya yang sederhana, ketul memiliki kemampuan adaptasi dan penyebaran yang tinggi serta menyimpan sejarah pemanfaatan yang cukup panjang di masyarakat.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit