TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pengamanan Whoosh Diperkuat, 1.773 CCTV Disiagakan

Reporter & Editor : AY
Selasa, 22 September 2026 | 09:48 WIB
Kereta cepat Whoosh. Foto : Ist
Kereta cepat Whoosh. Foto : Ist

JAKARTA — PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memperkuat koordinasi dengan Polda Jawa Barat untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan operasional Kereta Cepat Whoosh.


Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam pertemuan KCIC dengan jajaran Polda Jawa Barat di Mapolda Jabar, Senin (21/9/2026). Rombongan KCIC dipimpin Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi dan diterima Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto.


General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, kerja sama dengan Kepolisian RI telah terjalin sejak tahap pembangunan hingga Whoosh beroperasi.


Menurutnya, kolaborasi dilakukan melalui patroli dan pengamanan di sejumlah titik, pengamanan kegiatan strategis, hingga edukasi kepada masyarakat di sekitar jalur kereta cepat.


"Sinergi dengan Kepolisian menjadi penguatan agar pencegahan dan penanganan berbagai potensi gangguan dapat dilakukan secara lebih efektif dan terkoordinasi," ujar Eva.


Saat ini, KCIC menyiagakan 531 personel pengamanan yang tersebar di stasiun, depo, sepanjang jalur, serta berbagai area operasional Whoosh.


Sistem pengamanan juga didukung 1.773 kamera CCTV yang terintegrasi di fasilitas, jalur, dan rangkaian Whoosh. Selain itu, KCIC menggunakan sejumlah sensor untuk memantau aspek keselamatan perjalanan.


Sejak mulai beroperasi pada Oktober 2023, Whoosh tercatat tidak mengalami kecelakaan atau accident. Sementara tingkat ketepatan waktu keberangkatan pada periode Januari-Agustus 2026 mencapai 99,42 persen.


Meski demikian, KCIC masih menghadapi berbagai potensi gangguan di sepanjang jalur Whoosh yang memiliki panjang 142,3 kilometer.


Gangguan tersebut antara lain layang-layang, satwa liar seperti biawak, aksi vandalisme, pencurian komponen prasarana, potensi kebakaran, serta aktivitas pembangunan di sekitar trase.
Pada Januari-Agustus 2026, KCIC mencatat 222 kejadian gangguan akibat layang-layang dan 15 kejadian yang melibatkan biawak. Kasus vandalisme dan pencurian aset juga telah ditangani bersama aparat kepolisian.


Eva menegaskan, KCIC akan terus meningkatkan patroli, pengawasan, pemetaan titik rawan, serta sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar jalur Whoosh.


"Keselamatan perjalanan dan keamanan seluruh fasilitas Whoosh merupakan prioritas. Kami mengapresiasi koordinasi dan dukungan yang selama ini diberikan Kepolisian, khususnya Polda Jawa Barat beserta seluruh jajaran kewilayahan," katanya.


"Sinergi ini akan terus kami perkuat untuk menjaga Whoosh tetap aman, andal, dan dapat melayani masyarakat dengan baik," sambung Eva.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit