TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo
Sidang Pembunuhan Brigadir J Digoyang Gosip

Ngeri, Kekaisaran Sambo Masih Terus Bergerilya

Laporan: AY
Senin, 23 Januari 2023 | 06:59 WIB
Mahfud MD saat memberikan keterangan pers. (Ist)
Mahfud MD saat memberikan keterangan pers. (Ist)

JAKARTA - Dugaan gerakan bawah tanah yang bakal memengaruhi vonis mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Ferdy Sambo menjadi perbincangan publik.

Kabar tersebut ramai setelah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD melontarkan pernyataannya di pod­cast Uya Kuya di Youtube Kamis (19/1). Mahfud MD menilai, tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Ferdy Sambo sudah benar.

Sambo, terdakwa pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J, kata Mahfud, sudah benar dituntut sesuai dakwaan pembunuhan berencana. Yaitu, penjara seumur hidup.

“Walaupun saya dengar selentingan sudah ada gerakan-gerakan pesanan, agar hukumannya nanti angka sajalah bukan huruf,” kata Mahfud.

Mahfud menjelaskan maksud dari huku­man angka buat Ferdy Sambo, adalah meru­juk pada jumlah tahun untuk eks Kadiv Propam Polri itu dipenjara. “Kalau angka itu 20 (tahun) ke bawah. Kalau huruf itu hukuman mati atau seumur hidup. Itu kan huruf kan? Kalimatnya itu,” ujarnya.

Meski begitu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini memastikan akan tetap menunggu proses hukum yang berjalan, seraya berharap vonis yang akan dijatuhi Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) sesuai dengan tindak pidana yang dilakukan Sambo.

Netizen meminta siapapapun yang mengintervensi aparat penegak hu­kum dalam kasus Ferdy Sambo harus dibasmi sampai akar-akarnya. Bahkan, Mahfud MD didesak agar turun tangan langsung.

“Kengupas tuntas siapa saja tangan kanan Ferdy Sambo,” desak @su­marta_aji.

Menurut @Mochamadsyaicul, bila Mahfud MD sudah memberi klu, be­rarti informasi tersebut A 1 alias benar adanya. Sebab, kata dia, sudah menjadi ciri khas Mahfud MD berpolitik dalam Pemerintah.

Kawal terus Pak,” pinta @Mochamadsyaicul. “Yang mengintervensi aparat penegak hukum dalam kasus Ferdy Sambo harus terus dibasmi sampai akar akarnya,” timpal @sukses_subhan.

Akun @TiniLady2 mengingatkan, gerakan bawah tanah Ferdy Sambo asli ada. Soalnya, kata dia, mafia kelompok Ferdy Sambo masih berkeliaran. “Inilah bukti kekaisaran Sambo,” kata dia.

Akun @Surinala_shovelonion mem­inta siapa saja yang terlibat dalam gera­kan bawah tanah harus diproses secara hukum. Dia menegaskan, negara tidak boleh kalah sama Ferdy Sambo. Kata @Musta2995, percuma ada hukum kalau masih kalah dengan orang yang berkuasa dan punya uang.

Miris sekali,” sesal @Musta2995. “Kalau hukum satu negara bisa ditakluk­kan sama Ferdy Sambo berarti sudah akut negara ini,” ucap @cleo_mochy.

Akun @radith_ramadani menyebut, tangan kanan Ferdy Sambo sangat banyak. Soalnya, Sambo sudah malang melintang di berbagai posisi di institusi kepolisian. Sebaiknya, kata @Bastianowens, Ferdy Sambo dihukum mati saja.

“Di hadapannya (Sambo), nyawa orang seperti tidak ada nilainya,” kata @Bastianowens. “Setuju Ferdy Sambo dihukum mati. Ferdy Sambo seorang penegak hukum yang melakukan pem­bunuhan berencana dan merusak nama baik institusi kepolisian,” timpal @Budinaflaputra.

Akun @Muna9987 menyambung. Dia juga setuju Ferdy Sambo dihukum mati karena banyak merusak masa depan polisi lain yang juga kepala keluarga yang menghidupi anak dan istrinya. Bahkan, kata @Spoetraox, kalau di Negara Arab Saudi, Ferdy Sambo sudah dihukum mati dengan cara dipancung.

“Karena membunuh orang secara ter­encana,” kata @Spoetraox. “Berbahaya bila Ferdy Sambo hanya dihukum angka, karena setiap tahun bisa mendapat remisi dan akhirnya hanya 5 tahun di penjara,” kata @Adehydayat.

Namun, @mahyudin_ashar menduga, apa yang dilontarkan Mahfud MD hanya wacana saja. Tujuannya, kata dia, agar ada tekanan publik kepada jaksa dan hakim dalam perkara Ferdy Sambo tersebut. Soalnya, di Indonesia, kata dia, riak-riak publik dapat mempengaruhi putusan pengadilan.

“Seperti Lambe Turah yang membeber­kan rahasia. Ini sebagai politik psikologi publik yang endingya bisa jadi pahlawan dan popularitasnya naik,” kata @hendhi­hardian. rm.id

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo