TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo
Soal Ekonomi

Ke Amerika, Luhut Galak Banget

Laporan: AY
Selasa, 24 Januari 2023 | 09:37 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Ist)
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Ist)

JAKARTA - Untuk urusan keamanan ekonomi nasional, Luhut Binsar Pandjaitan sangat galak. Bahkan, ke Amerika Serikat sekali pun, Menko Kemaritiman dan Investasi ini berani nyemprot. Dia menegaskan, negara lain tidak boleh mencampuri ekonomi Indonesia.

Galaknya Luhut itu tergambar dari unggahan di akun Instagramnya, @luhut.pandjaitan. Awalnya, Luhut menceritakan pertemuannya dengan sejumlah delegasi negara yang hadir dalam diskusi "The Pulling Power of ASEAN" dalam rangkaian World Economic Forum 2023, yang berlangsung di Davos, Swiss.

Di hadapan sejumlah delegasi itu, Luhut memamerkan keberhasilan Indonesia menyelenggarakan Presidensi G20 di Bali tahun lalu. Kemudian, ia mengatakan bahwa tahun ini Indonesia mendapat giliran memegang kepemimpinan ASEAN, dengan mengangkat tema "ASEAN Matters: Epicentrum of Growth".

Kata Luhut, meski situasi di Ukraina masih tidak pasti, Indonesia dengan 282 juta penduduknya masih bisa mengatasi gejolak ekonomi global. Terbukti dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,3 persen. Kinerja ekspor tahun lalu juga membanggakan, dengan nilai 293 miliar dolar AS. Lebih besar dari tahun 2021 yang 232 miliar dolar AS.

Belum lagi komitmen investasi bilateral senilai 71 miliar dolar AS yang diterima Indonesia dari Konferensi Tingkat Tinggi G20 2022, semakin meningkatkan kepercayaan baik dari dalam negeri maupun dunia internasional," tulis purnawirawan Jenderal TNI bintang 4 ini.

Bukan hanya menceritakan keberhasilan yang diraih Indonesia, Luhut juga membeberkan pertemuannya dengan Utusan Khusus Pemerintah Amerika Serikat (AS) Bidang Iklim, John Kerry.

"Saya juga ingin menceritakan sedikit tentang hasil diskusi dengan rekan sejawat dari Amerika Serikat, John Kerry pagi kemarin," katanya.

Saat berdialog, Kerry memberikan beberapa masukan. Mendapati hal itu, Luhut menyebut Indonesia sangat senang, lantaran terbuka terhadap semua saran dan usulan dari rekan maupun negara sahabat.

"Namun, satu hal yang harus kalian perhatikan, yaitu jangan pernah mengganggu pertumbuhan ekonomi Indonesia," tegas Luhut, mengingatkan.

Ia mengatakan, menciptakan lapangan kerja seluas-luas bagi rakyat merupakan hal mutlak yang dilakukan Pemerintah Indonesia. Pria kelahiran Tapanuli Utara 75 tahun silam ini juga yakin, pemerintah negara-negara ASEAN memiliki pendapat yang sama.

Meski beberapa negara di Asia Tenggara memiliki kepentingan nasional masing-masing, Indonesia yang saat ini memegang kepemimpinan ASEAN mendorong kekompakan dan solidaritas.

"Meskipun ini tidak mudah. Namun, inilah tantangan sesungguhnya," cetus Luhut.

Seperti halnya penyelenggaraan KTT G20 tahun 2022 di Bali, Luhut menyebut, pada awalnya banyak yang pesimis penyelenggaraan dan hasil akan baik. Namun, Indonesia berhasil membungkam opini tersebut menjadi sebuah kesuksesan yang luar biasa.

"Jika KTT G20 saja dapat diselenggarakan dengan sukses dan mendapat pujian dari seluruh negara, maka KTT ASEAN 2023 juga dapat mengulangi kesuksesan yang sama," tegas mantan Kepala Staf Kepresidenan ini.

Anggota Komisi XI DPR Hendrawan Supratikno menduga, maksud Luhut menyampaikan hal tersebut ke Utusan Khusus Presiden Amerika karena ada sejumlah tekanan.

Di antaranya, penerapan protokol ekonomi hijau, meninjau ulang hilirisasi, menahan ekspor komoditas yang dianggap tidak ramah lingkungan seperti batu bara dan kelapa sawit.

Hendrawan memaparkan, negara-negara maju sering menerapkan standarisasi untuk membendung penetrasi produk-produk negara berkembang. Gangguan seperti ini sudah sering terjadi. Contohnya gugatan di Organisasi Pangan Dunia alias The World Trade Organization (WTO), dan pernyataan petinggi lembaga-lembaga dunia di sejumlah forum.

Dengan kondisi ini, Pemerintah Indonesia harus melakukan lobi-lobi agar upaya pertumbuhan ekonomi sesuai yang sudah direncanakan.

"Diplomasi ekonomi harus terus dilakukan. Tujuannya agar kita tidak dikurung oleh manuver-manuver negara maju yang merugikan kepentingan nasional kita," pesan politisi PDIP itu.

Sementara, Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah tidak percaya Luhut menyampaikan hal lugas seperti itu ke Kerry. Kalau dalam bahasa diplomasi, dia menyatakan, mungkin saja. Misalnya, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya dibutuhkan dunia, membantu menyelamatkan dunia dari resesi.

Sehingga, pesan tersiratnya adalah jangan ada kebijakan-kebijakan dari negara maju yang bisa mengganggu pertumbuhan ekonomi Indonesia. rm.id

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo