TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo

Belum Ada Jaminan Dukung Pencapresan

PKS Nyenengin Anies

Laporan: AY
Rabu, 25 Januari 2023 | 08:09 WIB
Jubir PKS Muhammad Kholid. (Ist)
Jubir PKS Muhammad Kholid. (Ist)

JAKARTA - PKS yang selama ini ditunggu-tunggu sikapnya soal pencapresan akhirnya memberikan jawaban. Partai non pemerintahan ini memberikan sinyal akan memutuskan sikapnya soal pencapresan di bulan Februari besok. Hanya belum ada kepastian siapa capres yang akan diusung PKS. Namun, dari penjajakan koalisi yang selama ini dibangun bersama NasDem dan Demokrat, PKS coba nyenengin Anies Baswedan.

Selama ini, PKS bersama NasDem dan Demokrat melakukan penjajakan kerjasama. Ketiga partai ini berencana akan membentuk Koalisi Perubahan dengan Anies Baswedan sebagai capresnya. Namun, komunikasi ketiganya cenderung buntu ketika masuk pada pembahasan siapa yang akan mendampingi Anies di Pilpres 2024.

Demokrat mendorong ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cawapres. Sedangkan PKS memilih mengajukan eks Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan sebagai pendamping Anies. Sementara NasDem terus mendesak agar kedua partai lebih dahulu deklarasi, baru kemudian menentukan siapa cawapres Anies.

Kini, setelah berlarut-larutnya komunikasi di antara 3 partai, PKS memberikan kabar yang menggemberikan. Juru Bicara PKS Muhammad Kholid mengungkapkan, partainya bakal putuskan deklarasi pencapresan bulan depan. Saat ini, kata dia, prosesnya sedang berjalan dan progresnya on the track.

“Insya Allah Februari kita bisa ambil keputusan,” kata Kholid, kemarin.

Kholid menegaskan, dalam menentukan capres, partainya sangat memikirkannya matang-matang. Tidak terburu-buru, tapi juga tidak mau terlambat. Sehingga, keputusan yang diambil itu benar-benar dilakukan jernih, lapang dada, dan rendah hati.

“Kita kedepankan sikap rasional dan obyektif, bukan suka atau tidak suka,” katanya.

Apakah Anies yang akan diusung? “Ya doakan saja. Semoga prosesnya dimudahkan,” jawab Kholid.

Ketua DPP PKS Al Muzzammil Yusuf mengakui, saat ini partainya memang belum menggelar deklarasi pencapresan. Namun, dia tidak menampik, bila Anies jadi kandidat terkuat yang bakal diusung PKS.

Kata dia, deklarasi akan digelar setelah pembicaraan capres-cawapres disepakati bersama. Saat ini, kata dia, ada sejumlah nama yang dipertimbangkan menjadi cawapres yaitu Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ahmad Heryawan hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Nama-nama tersebut terus didalami oleh masing-masing pihak koalisi, saatnya akan dibicarakan bersama dengan fairness, objektif untuk bisa raih kemenangan,” kata Al Muzzammil, kemarin.

Hal senada disampaikan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Kata dia, hingga saat ini partainya tidak berubah sikap untuk mengusung Anies. Soal siapa cawapresnya, dia bilang, masih dibicarakan oleh tim kecil yang terdiri dari perwakilan tiga partai untuk mencapai mufakat.

"Kami lagi cari formula yang tepat. Deklarasi mudah-mudahan Februari ini,” kata Mardani, di akun Twitter miliknya, kemarin.

Di tempat terpisah, NasDem masih menanti Demokrat dan PKS menggelar deklarasi. Waketum NasDem Ahmad Ali mengatakan, kepastian itu penting agar pembicaraan koalisi berlanjut ke kriteria cawapres.

“Sekarang ada banyak partai bicara tentang capres, tentang Anies, tapi tidak pernah deklarasi. Bingung juga kita itu,” kata Ali, kemarin.

Menurut dia, kalau koalisi sudah terbentuk akan lebih mudah membicarakan capres-cawapres. Pembahasan pun akan lebih komprehensif misalnya, memetakan wilayah yang menjadi kekuatan dan kelemahan Anies

"Kita bicara surveinya, kita lihat daerah mana kekuatan dan kelemahan Mas Anies, sehingga figur wakil itu bisa mengisi persoalan-persoalan itu,” kata Ali, kemarin.

Ali menambahkan, partainya saat ini dalam posisi menunggu sikap Demokrat dan PKS. Ia pun menyoroti kedua parpol yang seolah mengunci pilihan dengan cawapresnya masing-masing. Padahal menurut dia, sebelum menentukan figur lebih baik membicarakan kriteria cawapresnya. Kendati begitu, Ali menegaskan komunikasi yang dijalin dengan Demokrat dan PKS tetap berjalan lancar dan memiliki sikap yang sama.

“Kami berpandangan lain dalam berkoalisi itu tidak bisa orang memaksakan kehendak,” kata Ali.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, faktor penentu keberhasilan Koalisi Perubahan adalah dari sosok cawapres yang dipilih untuk mendampingi Anies. Jika nama cawapres tidak disepakati bersama, bisa saja koalisi bubar di tengah jalan. rm.id

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo