TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Setelah PPP Merapat Ke Mega

Di Mata PDIP, KIB Sudah Bubar

Laporan: AY
Jumat, 26 Mei 2023 | 09:45 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

JAKARTA - PDIP menilai Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bentukan Golkar, PPP, dan PAN sudah bubar. Hal ini ditandai dengan merapatnya PPP ke PDIP untuk mengusung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Hal tersebut dikatakan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP, Bambang Wuryanto, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, kemarin.

"Sudah pasti PPP meninggalkan KIB. Karena kan sudah ke PDIP," kata Pacul-sapaan akrab Bambang Wuryanto.

Untuk diketahui, usai PDIP mendeklarasikan Ganjar sebagai capres, PPP langsung ikut memberikan dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah itu. Dukungan itu ditandai dengan pertemuan Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di markas PDIP, di kawasan Diponegoro, Jakarta.

Menurut Pacul, jika Mardiono menyatakan PPP masih di KIB, bukan berkenaan dengan persoalan capres-cawapres. Menurutnya, itu hanya komunikasi antar pimpinan parpol.

“Kalau kerja samanya dalam bentuk capres dan cawapres sudah pasti bukan,” beber Ketua Komisi III DPR itu.

Kendati begitu, Pacul mengatakan, PDIP tidak mempermasalahkan komunikasi yang dilakukan Mardiono dengan Ketua Umum Golkar Airlangga ataupun Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Bagaimana tanggapan PAN dan Golkar soal pernyataan Pacul? Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi menegaskan, susunan partai KIB tidak berubah. Tetap Golkar, PAN, dan PPP. Walaupun PPP sudah mendeklarasikan mendukung Ganjar. "KIB tetap ada PPP-nya. KIB kan kuning, ijo, dan biru," tegas Viva, kepada Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Grup), kemarin.

Viva bilang, dalam beberapa pekan ke depan, partainya akan mengumumkan nama capres. KIB masih melakukan komunikasi politik. “Kalau seandainya Golkar dan PAN mendukung Mas Ganjar, maka kan tidak bubar," jelasnya.

Senada dikatakan Politisi Golkar Sarmuji. Menurut dia, KIB masih terus berkomunikasi untuk membangun chemistry di antara anggotanya. "Permainan belum selesai. Sebelum janur melengkung, apapun bisa terjadi," cetus Sarmuji, saat dihubungi Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Grup), kemarin.

Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Romahurmuziy mengaku KIB dipastikan akan bubar jika sudah tidak saling sepaham terkait pengusungan capres dan cawapres. “KIB akan bubar atau auto bubar, mana kala Golkar atau PAN tidak mengikuti PPP," ucap Rommy, Rabu (10/5) lalu.

Meski begitu, Rommy mengaku optimistis salah satu parpol di KIB akan menyusul PPP mengusung Ganjar. Dalam hal ini, ia melihat kemungkinan PAN ikut mengusung Ganjar.

"Pak Zul (Zulhas) sudah menyebut berkali-kali, Ganjar-Erick Thohir, Ganjar-Erick, malah sudah satu paket. Ya kan lengkap. Artinya, tidak berlebihan kalau kami berasumsi moga-moga PAN bergabung dengan PDIP-PPP," imbuh dia.

Sementara, Direktur Eksekutif Trias Politik Strategis, Agung Baskoro mengatakan, tanpa PPP, Golkar dan PAN telah memenuhi ambang batas pencalonan presiden 20 persen. Sehingga tetap bisa pertahankan nama KIB meskipun tanpa PPP.

"Namun, pertanyaan mendasarnya, siapa capres yang mau diusung? Seberapa besar peluang menangnya ketika namanya bukan Prabowo Subianto, Ganjar, dan Anies Baswedan," pungkas Agung, kepada Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Grup), kemarin. (RM.id)

Pertemuan tokoh-tokoh NU dan Muhammadiyah
Pos Sebelumnya:
Tolak Politik Identitas
Pos Berikutnya:
Cegah Dini Korupsi
Menteri PUPR saat berada di kantor KPK.  Foto : Ist
Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo