Didemo Buruh, Mahasiswa Dan Pelajar DPR Kosong Melompong

JAKARTA - DPR kembali digeruduk demonstran, Kamis (28/8/2025). Aksi yang digelar sejak pagi itu, dilakukan oleh buruh, mahasiswa dan pelajar. Tuntutannya beragam, mulai dari minta hapuskan upah murah sampai pembubaran DPR. Mengetahui bakal ada demo, para wakil rakyat pilih kerja dari rumah. Sehingga, DPR jadi kosong melompong.
Polisi menerjunkan 4.531 personel gabungan mengamankan aksi massa. Mereka terdiri 2.174 personel dari Polda Metro Jaya, 1.725 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) yang melibatkan unsur TNI AD, Marinir, Brimob Mabes, Den C, Kodim Jakarta, Kogas Sabhara, Satpol PP, Dishub, serta 632 personel Polres.
Sejak pagi, aparat gabungan ini menyebar di sejumlah titik di jalan dan kawasan Gedung DPR. Kendaraan taktis water canon hingga water barier disiagakan di pintu gerbang depan dan belakang kompleks DPR.
Peserta aksi yang datang pertama kali yakni massa buruh. Mereka datang sekitar pukul 10.00 WIB. Jumlahnya ribuan yang terdiri dari berbagai elemen serikat pekerja.
Mereka memakai seragam serikat buruh, membawa atribut serta bendera masing-masing. Ada yang berseragam oranye, merah, biru putih, dan lainnya. Mereka juga membawa beragam spanduk berisi tuntutan.
Para buruh tumpah di depan pintu gerbang utama DPR sampai ke ruas Jalan Gatot Subroto. Polisi sampai harus mengalihkan kendaraan ke jalur busway.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga Presiden Partai Buruh Said Iqbal memimpin long march dari mobil komando lengkap dengan pengeras suara. Di depan gerbang utama DPR satu persatu perwakilan buruh berorasi.
Ada enam tuntutan yang disuarakan buruh pada aksi ini, yaitu hapus outsourcing dan tolak upah murah; stop PHK dan bentuk Satgas PHK; Reformasi Pajak Perburuhan; sahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law; sahkan RUU Perampasan Aset, dan revisi RUU Pemilu.
Buruh tak akan menyerah dan akan turun ke jalan hingga enam tuntutan dipenuhi," pekik orator dari atas mobil komando.
Aksi buruh berjalan tertib hingga pukul 13.00 WIB. Tak ada insiden atau bentrokan hingga massa buruh bubar mundur teratur.
Setelah massa buruh, giliran ribuan massa dari elemen mahasiswa dan pelajar tiba di gerbang utama Gedung DPR sekitar pukul 14.00 WIB. Selain di depan, ratusan mahasiswa juga tiba di Gerbang Pancasila, pintu belakang Kompleks Parlemen.
Mereka datang mengenakan jas almamater kampus masing-masing. Para aksi massa juga membawa sejumlah atribut serta spanduk berisi tuntutan dan kecaman terkait kinerja dan gaji anggota DPR. Ada pula yang membawa bendera One Piece.
"DPR tidak lihat bahwa rakyatnya tidak pernah punya tempat tinggal, bahkan hampir setiap hari rakyatnya kelaparan," kata orator menyindir keras tunjangan perumahan Rp 50 juta untuk anggota dewan.
Sekitar pukul 15.30 WIB, massa mahasiswa dan pelajar mulai tak terkendali. Ada yang membakar spanduk hingga ban bekas. Mereka juga melempar petasan, botol, hingga kayu, ke dalam Gedung DPR. Aparat yang berjaga, masih bersabar.
Mohon tertib, tak merusak fasilitas umum dan mengganggu ketertiban," imbau polisi lewat pengeras suara.
Makin sore, massa aksi kian tak terkendali. Polisi pun harus memukul mundur mereka yang berada di depan dan belakang gedung DPR. Petugas menyemprotkan water cannon hingga gas air mata. Massa pun berpencar. Ada yang ke arah Semanggi memanjat masuk ke ruas Tol Dalam Kota, ke arah Pejompongan menyeberangi rel kereta, hingga ke Jalan Asia Afrika.
Sekitar pukul 16.30 massa di depan gerbang utama DPR sudah raib. Hanya ada sisa batu bertebaran, sampah, dan beton pembatas TransJakarta yang hancur berantakan. Selain itu, beragam coretan vandalisme menghiasi dinding-dinding gedung DPR. Halte, pagar hingga CCTV gedung DPR tak luput dari pengrusakan.
Di saat bersamaan, massa yang bertahan di Jalan Asia Afrika membakar spanduk hingga water barrier. Api dan kepulan asap hitam membubung. Ada juga yang membunyikan petasan.
Hingga sekitar pukul 17.00, situasi di Jalan Asia Afrika masih mencekam. Massa saling bentrok dengan polisi, melempar batu hingga petasan yang dibalas water canon dan gas air mata.
Sementara, massa yang berlari ke arah Pejompongan, berkumpul di dekat rel KRL Stasiun Palmerah. Di kolong flyover Jalan Gatot Subroto, beberapa massa aksi masih melakukan pelemparan petasan hingga bom molotov ke Polisi. Untuk mengendalikan massa, Polisi menembakan gas air mata.
Hingga tadi malam Polisi terus memukul mundur massa aksi.
Sementara, di tengah kepungan massa aksi di luar, kondisi di dalam Gedung Parlemen kosong melompong. Sejak pagi, kondisi gedung DPR sepi. Tak ada banyak agenda rapat seperti biasanya. Gedung Nusantara I, II, hingga III, lengang. Area parkir Gedung Nusantara III yang biasanya penuh kendaraan dinas pimpinan MPR, DPR, dan DPD, juga kosong melompong.
Sejumlah petugas Pamdal berjaga di pintu lobi dan sekitar ruang rapat. Hingga jelang siang, tak ada satu pun komisi DPR yang menggelar rapat kerja. Biasanya, rapat komisi dengan Pemerintah dan mitra kerja, mulai digelar pukul 10.00 WIB. Kantin Demokrasi dan koperasi DPR yang biasanya ramai, tutup.
Ternyata, para ASN hingga tenaga ahli diimbau bekerja dari rumah alias work from home (WFH). Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR mengeluarkan surat edaran WFH tersebut. Surat edaran bernomor 14/SE-SEKJEN/2025 itu ditandatangani Sekjen DPR Indra Iskandar Rabu (27/8/2025).
Olahraga | 1 jam yang lalu
Olahraga | 34 menit yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 9 jam yang lalu
Ekonomi Bisnis | 21 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu