TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Gubernur Resmikan Satgas Jaga Jakarta

Yuk Jadikan DKI Kota Yang Nyaman Dan Bebas Tawuran

Reporter: Farhan
Editor: AY
Sabtu, 29 November 2025 | 10:57 WIB
Gubernur Pramono dan Forkomfinda saat meresmikan Satgas Jaga Jakarta. Foto: Ist
Gubernur Pramono dan Forkomfinda saat meresmikan Satgas Jaga Jakarta. Foto: Ist

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta August Hamonangan mendukung pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Jaga Jakarta. August berharap, Satgas dapat menjadi solusi terhadap berbagai masalah sosial, sehingga Jakarta bisa menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman.

 

Dia menyatakan, inisiatif Pemprov DKI untuk membangun kolaborasi dengan warga dan aparat keamanan dalam bentuk Satgas Jaga Jakarta, patut diapresiasi. “Tapi, jangan sampai Satgas hanya bagus di atas kertas dan hadir secara seremonial saja. Satgas harus menunjukkan kerja nyata di tengah warga,” kata August, Selasa (25/11/2025). 

 

Salah satu dari banyak masalah sosial di Jakarta, lanjut dia, adalah tawuran yang masih menjadi ancaman terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Satgas Jaga Jakarta harus bisa menangani masalah tersebut,” tegasnya. 

 

August menyoroti peran masyarakat dalam Satgas yang baru dibentuk Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Menurutnya, warga menduduki posisi penting sebagai garda terdepan Satgas tersebut, dalam menanggapi berbagai situasi yang berkembang di lingkungannya masing-masing. 

 

“Ketika terjadi masalah seperti tawuran, para warga inilah yang akan mengetahui dan merasakan dampaknya terlebih dahulu. Karena itu, warga yang tergabung dalam Satgas harus diberikan persiapan yang baik,” sarannya. 

 

Salah satunya, warga sebagai kontributor dalam Satgas Jaga Jakarta, harus dilengkapi infrastruktur komunikasi yang memadai. Grup media sosial, menurutnya, perlu dibentuk dan dikelola supaya aktif. Sehingga, ketika muncul suatu masalah di lingkungannya, anggota Satgas bisa langsung melapor di forum tersebut dan diberikan bantuan yang dibutuhkan. 

 

Selain itu, August menyarankan, anggota Satgas diberikan pelatihan-pelatihan untuk menghadapi dan mencari solusi terhadap masalah-masalah sosial. Contohnya, dalam kasus tawuran, kemampuan berkomunikasi dan menurunkan ketegangan, menjadi penting, sebelum aparat keamanan datang untuk membubarkan kerumunan. 

 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendeklarasikan Satgas Jaga Jakarta di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2025). Deklarasi dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yakni Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya, Kepala Badan Intelijen Negara DKI Jakarta, Ketua Pengadilan Tinggi DKI dan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI.

 

Pramono menyampaikan, pembentukan Satgas Jaga Jakarta merupakan wujud komitmen kolektif untuk menjadikan Jakarta lebih aman, nyaman, tertib, dan siap menghadapi segala situasi. 

 

“Kami berkomitmen untuk memperkuat koordinasi lintas sektoral dalam pencegahan dan penanganan tawuran, penguatan kesiapsiagaan terhadap kedaruratan dan bencana, serta mitigasi dampak sosial,” ujar Pramono. 

 

Dengan koordinasi yang solid antara Pemprov DKI dan seluruh jajaran Forkopimda, maka keamanan dan kenyamanan Jakarta akan semakin terjamin. 

 

Pramono juga mendorong adanya partisipasi publik dalam menjaga Jakarta. Pramono menjelaskan, Jakarta sedang bertransformasi menuju kota global yang tidak hanya bergantung pada kemajuan infrastruktur dan ekonomi. Tapi juga pada kesadaran kolektif masyarakat terhadap keamanan dan ketertiban. 

 

Dia menyebut, Satgas Jaga Jakarta lahir sebagai wujud kesadaran bersama menjaga kota. Satgas akan bekerja dengan mengedepankan informasi, koordinasi, dan tindakan nyata yang terukur. 

 

Satgas Jaga Jakarta juga akan memberikan perhatian pada berbagai isu kerawanan. Seperti tawuran, kriminalitas, konflik sosial, disinformasi, potensi radikalisme, hingga ancaman bencana seperti banjir, kebakaran, dan cuaca ekstrem. “Semua ini menuntut kewaspadaan yang tinggi dan pendekatan kolaboratif,” ucapnya. 

 

Pramono menegaskan, Pemprov kini mengutamakan pendekatan humanis dalam menekan angka tawuran remaja di Ibu Kota. Menurutnya, langkah ini terbukti efektif menurunkan kasus tawuran di berbagai wilayah. 

 

Pramono menyampaikan, banyak tawuran dipicu kurangnya aktivitas produktif dan terbatasnya akses pekerjaan, terutama bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). 

 

Sebagai solusi, Pemprov menyalurkan energi para remaja ke dunia kerja, melalui program job fair yang diperluas ke berbagai titik. Dengan strategi tersebut, Pramono optimistis angka tawuran di Jakarta dapat terus ditekan. “Tawuran sudah mengalami penurunan yang signifikan,” tandasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit