Pandji Singgung “Gubernur YouTube”, Dedi Mulyadi Balas dengan Tantangan Terbuka
BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi santai namun tegas julukan “Gubernur YouTube” yang dilontarkan komika Pandji Pragiwaksono dalam materi stand-up comedy-nya. Alih-alih tersinggung, Dedi justru merespons dengan ajakan terbuka agar Pandji turun langsung melihat hasil kerja pemerintahannya di Jawa Barat.
Pernyataan Pandji menjadi perhatian publik setelah Dedi mengunggah ulang potongan video penampilan sang komika di akun media sosial pribadinya, Minggu (4/1/2025). Dalam materi tersebut, Pandji menyoroti kecenderungan masyarakat Jawa Barat yang, menurutnya, gemar memilih figur publik atau tokoh berlatar belakang artis sebagai pemimpin.
Pandji menyebut beberapa nama yang pernah tampil di panggung politik Jawa Barat, seperti Deddy Mizwar dan Dede Yusuf, sebelum akhirnya menyematkan label “artis YouTube” kepada Dedi Mulyadi. Ucapan itu disampaikan sebagai kritik sosial yang dibalut humor, disambut gelak tawa penonton.
“Saya sadar omongan ini pasti menimbulkan pro dan kontra. Tapi santai saja, ini komedi,” ujar Pandji dalam potongan video tersebut.
Menanggapi hal itu, Dedi memilih pendekatan persuasif. Ia membuka responsnya dengan apresiasi, menyebut dirinya sebagai penggemar Pandji dan memuji gaya kritik sang komika yang menurutnya tajam, menyentil, namun tetap mendidik.
Namun demikian, Dedi juga meluruskan sejumlah anggapan yang dinilainya kurang tepat. Ia menegaskan bahwa popularitas sebagai artis tidak serta-merta menjamin kemenangan politik, merujuk pada fakta bahwa Deddy Mizwar maupun Dede Yusuf tidak pernah terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat.
“Pak Deddy Mizwar dulu berpasangan dengan saya sebagai calon wakil gubernur, dan tidak terpilih. Begitu juga Pak Dede Yusuf yang saat itu maju bersama Pak Lex Laksamana,” jelasnya.
Dedi juga membela kapasitas Dede Yusuf yang disebut Pandji semata sebagai artis televisi. Menurutnya, latar belakang artis tidak menutup kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola urusan publik. Ia mencontohkan kiprah Dede Yusuf di DPR yang dua kali dipercaya memimpin komisi, termasuk saat ini sebagai Wakil Ketua Komisi II.
Menyoal julukan “Gubernur YouTube” yang diarahkan kepadanya, Dedi tidak menampiknya secara emosional. Ia justru mengajukan tantangan terbuka kepada Pandji untuk berkunjung ke Jawa Barat dan menilai langsung kinerjanya di lapangan.
“Silakan datang ke Jawa Barat, keliling, lihat jalan-jalan provinsi yang kami bangun. Apakah saya hanya gubernur konten, atau gubernur yang bekerja nyata?” ucapnya.
Dedi menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmennya pada nilai demokrasi. Ia menilai kritik, termasuk yang disampaikan melalui komedi, merupakan bagian sehat dari kehidupan berbangsa.
“Di negara demokrasi, semua orang berhak menyampaikan pendapat dan koreksi. Apalagi jika dikemas dengan cara yang jenaka. Itu justru menarik,” pungkasnya.
TangselCity | 20 jam yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 23 jam yang lalu
Pos Banten | 15 jam yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu



