Wali Kota Tangsel Gaspol 100 Hari Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi
Akselerasi Ekonomi Hijau
TANGERANG SELATAN - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menggeber transformasi besar dalam tata kelola persampahan. Melalui peluncuran Rencana Capaian 100 Hari Tim Percepatan Pengelolaan Sampah, Pemkot Tangsel menargetkan pembenahan sistemik dari hulu hingga hilir guna menjawab persoalan kapasitas TPA sekaligus mendukung agenda ekonomi hijau.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa pengelolaan sampah tak lagi bisa bertumpu pada pola lama. Dalam 100 hari ke depan, Pemkot akan fokus pada penguatan regulasi, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, serta optimalisasi pemilahan sampah sejak sumbernya.
“Persoalan sampah di Tangsel harus diselesaikan dengan pendekatan terintegrasi. Bukan sekadar angkut dan buang, tapi mengolah dan memberi nilai tambah. Inilah fondasi menuju ekonomi sirkular,” ujar Benyamin saat menyampaikan keterangan resmi di Puspemkot Tangsel, Senin (5/1/2026).
TPA Cipeucang Jadi Titik Kunci Transformasi
Salah satu prioritas utama dalam rencana kerja 100 hari ini adalah percepatan penguatan infrastruktur pengolahan sampah di TPA Cipeucang. Pemkot Tangsel tengah menyiapkan skema kerja sama pemanfaatan teknologi waste to energy, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan optimalisasi insinerator sesuai standar lingkungan.
Benyamin menilai, stabilisasi dan optimalisasi TPA Cipeucang menjadi langkah mendesak untuk mencegah kelebihan kapasitas yang berisiko pada lingkungan sekitar.
“Teknologi pengolahan sampah menjadi energi bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk efisiensi anggaran daerah,” tegasnya.
Selain itu, Pemkot juga memperkuat koordinasi lintas wilayah dengan TPA Lulut Nambo, Jawa Barat, sebagai langkah antisipasi selama masa transisi pengembangan teknologi pengolahan di Tangsel.
Revitalisasi TPS3R dan Dorong Partisipasi Warga
Dari sisi hulu, Pemkot Tangsel menargetkan revitalisasi 22 TPS3R yang tersebar di tujuh kecamatan. Fasilitas ini diharapkan mampu memangkas aliran sampah ke TPA hingga 20-30 persen.
Benyamin menekankan pentingnya peran masyarakat dalam sistem ini, termasuk melalui pemberian insentif kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang berhasil menekan volume sampah residu.
“Pemilahan sejak rumah tangga adalah kunci. Jika TPS3R berjalan optimal, beban di TPA akan berkurang signifikan,” jelasnya.
Digitalisasi Pengangkutan dan Transparansi Data
Untuk mendukung efisiensi, Pemkot Tangsel juga akan menerapkan digitalisasi sistem pengangkutan sampah berbasis pemantauan real-time. Sistem ini memungkinkan pemerintah memantau pergerakan armada, volume sampah per wilayah, hingga efektivitas pengelolaan secara akurat.
Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam penentuan alokasi anggaran, evaluasi kinerja, hingga skema retribusi yang lebih adil dan transparan.
Regulasi Dibuka, Investasi Didorong
Dari sisi kebijakan, Tim Percepatan ditugaskan merampungkan draf Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai payung hukum pengelolaan sampah modern. Regulasi ini disiapkan untuk membuka ruang investasi sektor swasta melalui skema KPBU maupun kemitraan strategis lainnya.
“Kami ingin menciptakan kepastian hukum agar investasi pengolahan sampah di Tangsel tumbuh. Sampah bukan beban, tapi peluang ekonomi,” kata Benyamin.
Ia menegaskan, capaian 100 hari ini akan dievaluasi secara ketat setiap dua pekan, dengan indikator utama berupa penurunan volume sampah di TPA, peningkatan partisipasi warga, serta kesiapan infrastruktur teknologi.
“Ini fase kerja cepat dan kolaboratif. Tidak boleh ada ego sektoral. Semua harus bergerak dalam satu irama,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, Tangerang Selatan ditargetkan menjadi model kota satelit dalam pengelolaan sampah berkelanjutan dan berorientasi ekonomi hijau di Indonesia.(*)
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 16 jam yang lalu
Politik | 15 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu



