TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Pramono: JPO Sarinah Dibangun Untuk Tambah Akses Menyeberang Pejalan Kaki

Reporter: Farhan
Editor: AY
Sabtu, 10 Januari 2026 | 08:41 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah, Jakarta Pusat, akan dibangun kembali  terutama untuk memfasilitasi penyandang disabilitas agar dapat menyeberang jalan dengan aman.

“Jadi JPO Sarinah dalam kajian ini memang diperlukan terutama untuk difabel,” ujar Pramono di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2026). 

 

Pramono menyadari bahwa rencana pembangunan kembali JPO Sarinah menuai pro dan kontra di tengah masyarakat, khususnya dari kelompok pejalan kaki.

 

“Kalau Jakarta relatif kan sebenarnya sudah cukup baik lah. Tetapi ya sekali lagi kalau memang masih ada yang keberatan inikan negara demokrasi boleh-boleh saja,” kata Pramono.

 

Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan kajian sebelum memutuskan pembangunan kembali JPO tersebut.

“Jadi itu salah satu alasan kemudian kenapa diadakan,” lanjutnya.

 

Jalur Bawah Tetap Dibuka

Menanggapi kekhawatiran kelompok pejalan kaki yang ingin tetap melintas di permukaan jalan, Pramono memastikan bahwa jalur penyeberangan di bawah tidak akan ditutup.

 

Memang saya juga sudah membaca pro-kontranya masyarakat yang apa kelompok pejalan kakikan menginginkan lewat tetap jalan kaki di bawah,” ucap Pramono.

 

“Jalan kaki di bawahkan tetap dibuka kemudian di atas sebagai alternatif pilihan,” tambahnya.

 

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan memberi pilihan, bukan membatasi ruang gerak masyarakat.

 

“Jadi tetap, semua enggak ada yang ditutup,” tegas Pramono.

 

Pramono juga menegaskan pembangunan JPO Sarinah telah direncanakan sejak sebelumnya, sebagai Gubernur DKI Jakarta saat ini, ia tetap bertanggung jawab penuh atas pelaksanaannya.

 

“Sehingga dengan demikian urusan Sarinah terus terang keputusannya sebenarnya sudah dulu tetapi kan saya sebagai Gubernur sekarang saya bertanggung jawab untuk itu,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab tersebut merupakan konsekuensi dari jabatan yang diembannya.

 

“Yang jelas sudah dibangun dan saya bertanggung jawab yang namanya Gubernur itu ya tanggung jawab,” tutup Pramono.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit