Tangsel Maksimalkan Kerja Sama Pengolahan Sampah Di 3 Lokasi
CIPUTAT-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) masih mengintensifkan kerja sama pengelolaan sampah dengan sejumlah daerah. Pembuangan sampah ke TPAS Cilowong, Kota Serang diharapkan maksimal, dan kerja sama dengan PT Aspek Kumbong, Kabupaten Bogor kembali berjalan.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengatakan, kerja sama dengan TPAS Cilowong, Kota Serang masih menjadi andalan. “Kalau yang sudah berproses kan tentu saja Cilowong ya,” ujarnya.
Hanya saja untuk sementara ini, jumlah pengiriman masih sangat terbatas. Untuk itu, Pemkot Tangsel berharap kapasitas pengiriman sampah ke TPAS Cilowong dapat terus ditingkatkan.
“Ya mudah-mudahan Cilowong nih bisa semakin hari semakin meningkat tonasenya sampai itu 400-500 ton bisa terpenuhi,” harapnya.
Pilar menambahkan, saat ini sektor transportasi masih menjadi kendala utama dalam kerja sama pembuangan sampah ke TPAS Cilowong ini. “Sebenarnya permasalahannya juga selain itu, angkutan transporternya. Nah ini lagi proses si perusahaannya untuk mempersiapkan truknya seperti itu,” ungkapnya.
Ia memperkirakan, sedikitnya Pemkot Tangsel dapat mengirim hingga 40 truk. “Empat puluh truk kan, misalnya kali 4 ton ya, biasanya satu rit tuh 4 ton ya. 4-5 ton. Ya hitung aja 4 ton aja, berarti sekitar 160 kali berapa rit tuh, misalkan 2 sampai 3 rit, ya berarti 400 sampai 500 ton harusnya sehari beres,” jelasnya.
Selain kerja sama dengan Kota Serang, Pemkot Tangsel juga masih menjalankan kerja sama pengelolaan sampah dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke TPPAS Lulut Nambo. Meski kerja sama ini hanya dengan kapasitas pengiriman yang sangat terbatas. “Nambo dari Pemprov Jawa Barat baru bisa menerima sekitar 20 ton per hari,” imbuhnya.
Ia menyatakan, saat ini masih berharap besar agar kerja sama dengan PT Aspek Kumbong di Cileungsi, Kabupaten Bogor yang sempat terhenti, bisa dilanjutkan kembali.
“Ya yang masih waiting itu kan dengan Aspex Kumbong yang di Cileungsi. Sekarang kita masih komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, mudah-mudahan lancar,” jelasnya.
Kerja sama tersebut, kata Pilar, sudah terpenuhi dari sisi perizinan. Mamun masih ada proses sosial dan politik yang harus dilalui oleh pemerintah daerah mitra.
“Kalau dari semua aspek perizinan kan sudah, ya tinggal kan mungkin Pemkab Bogor punya tanggung jawab sosial kepada masyarakat dan kepada DPRD di sana,” katanya.
Sementara, sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel, Tb Asep Nurdin menegaskan, bahwa kerja sama yang dijalankan Pemkot Tangsel bukanlah kerja sama pembuangan sampah, melainkan pengolahan sampah dengan pihak ketiga.
“Sebagai bagian dari upaya menyelesaikan persoalan sampah, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga. Kerja sama itu fokus pada urusan pengolahan sampah, bukan pembuangan sampah,” kata Asep dalam keterangan resminya.
Menurutnya, kerja sama tersebut mengedepankan teknologi pengolahan sampah modern yang berorientasi pada pengurangan residu dan kepatuhan terhadap standar lingkungan.
“Kami tegaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak melakukan kerja sama pembuangan sampah. Yang dilakukan adalah kerja sama pengolahan sampah dengan pihak ketiga yang memiliki sistem dan teknologi pengolahan untuk mengurangi residu,” tegasnya.
Asep menambahkan, skema pengelolaan sampah yang dijalankan merupakan bagian dari langkah strategis Wali Kota Tangsel dalam menuntaskan persoalan sampah secara berkelanjutan.
“Skema yang dijalankan bukan hanya aktivitas pembuangan sampah terbuka, melainkan sampai pada pengolahan terkontrol dengan teknologi terkini,” ujarnya.
Terkait dinamika yang muncul dalam kerja sama lintas daerah, Pemkot Tangsel menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan komunikasi dan koordinasi.
“Ini penting untuk menyampaikan secara transparan bahwa tidak ada skema pembuangan terbuka, melainkan pengolahan sampah terkontrol oleh pihak ketiga,” kata Asep.
Ia juga menegaskan, Pemkot Tangsel tidak akan mengambil langkah sepihak dalam menjalin kerja sama pengelolaan sampah.
“Kami tidak akan mengambil langkah sepihak dan tidak akan memaksakan kerja sama tanpa adanya pemahaman serta kesepakatan bersama,” pungkasnya.
TangselCity | 16 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu


