Korban Oknum Guru Cabul di Tangsel Bertambah, Pilar Perintahkan Pasang CCTV di Semua Sekolah
SERPONG - Korban pelecehan yang dilakukan oleh seorang oknum guru wali kelas berinisial YP di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah Serpong, bertambah. Saat ini mencapai 25 anak.
Hal itu terungkap saat Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan mendatangi sekolah, Rabu (21/1).
"Untuk mendapatkan informasi secara lengkap. Apa yang terjadi kepada siswa-siswa di SD Rawa Buntu 01 ini terkait pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu tenaga pengajar dan itu sudah ditindaklanjuti oleh pihak Kepolisian," ujar Pilar di sekolah tersebut.
Berdasarkan informasi yang didapatinya, Pilar menyebut bahwa jumlah korban bertambah hingga puluhan anak laki-laki.
"Yang di mana jumlahnya yang melaporkan itu hingga saat ini ada 25 anak yang pendalaman saat ini," paparnya.
Terhadap puluhan anak tersebut, Pilar mengatakan, pemerintah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) telah melakukan pendampingan intensif.
"Saat ini pelaku sudah diamankan dan kita terus melakukan pendampingan, konseling dan juga pendampingan psikis ya kepada anak-anak terhadap korbannya seperti itu. DP3AP2KB juga sudah melakukan pendampingan konseling anak-anaknya sekarang sedang diistirahatkan dulu untuk mereka melalui proses ya bersama para orang tua seperti itu," ungkap Pilar.
Selain jumlah korban yang bertambah, dalam tinjauannya itu Pilar juga mengungkapkan fakta lain yang bikin geleng-geleng kepala.
"Ternyata yang bersangkutan masih melakukan itu ya memanfaatkan waktu-waktu tadi disampaikan, yaitu after school atau setelah pulang sekolah. Dengan modus ekskul (ekstra kulikuler) gitu ya, belajar alat musik ternyata malah melakukan itu," ungkap Pilar.
Atas hal itu, Pilar memerintahkan agar ke depannya, kegiatan ekskul sebisa mungkin dilaksanakan di ruang terbuka.
"Saya bukan menyalahkan ekskul-nya, ekskul itu ya bagus juga untuk perkembangan anak, tapi perilaku siapa sih orang-orang yang di situnya, itu yang harus dijaga. Makanya saya minta jangan lagi untuk eskul itu di ruang-ruang tertutup. Kalaupun harus menggunakan ruang kelas dibuka, supaya semua orang bisa memantau, jangan sampai ditutup, dikunci seperti itu," terangnya.
Dengan begitu, kata Pilar, pengawasan akan bisa dilakukan secara menyeluruh oleh semua lapisan di sekolah tersebut.
Selain itu, Pilar juga memerintahkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) untuk memasang kamera pengintai atau Closed Circuit Television (CCTV) di semua sekolah hingga ke seluruh ruang kelas.
"Saya minta di tahun ini kalau bisa 100% lah, untuk di semua kelas dan aktif CCTV-nya. Manti Kepsek yang tanggung jawab, bahwa CCTV itu aktif jadi jangan ada CCTV yang tidak aktif malah dimatiin sama orang lalu melakukan hal-hal seperti itu. Jadi semua CCTV di ruang-ruang tertutup, di lorong-lorong, di ruang sekolah dan lain sebagainya. Lalu di ruang guru juga semuanya dipasang, supaya pengawasan itu bisa dilakukan. Ini kan upaya ya, supaya tidak ada orang yang berani untuk melakukan itu," tegasnya.
Sementara di lokasi yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar Dindikbud Tangsel, Didin Sihabudin mengakui, saat ini CCTV baru hanya terpasang di sejumlah sekolah dan titik-titik tertentu.
"Jadi tinggal tambah kamera saja, terutama di semua ruang-ruang kelas. Nanti kita cek supaya di semua kelas dipasang," akuinya.
Ia berharap, agar penambahan CCTV di semua sekolah bisa terpasang di tahun ini.
"CCTV itu akan kita pasang di 157 sekolah. Untuk pengadaan CCTV ini dianggarkan oleh sekolah masing-masing. Mereka akan menambah di titik-titik rusng kelas dan lorong. Jadi pakai dana BOSNAS. Targetnya mudah-mudahan kita maunya semua kelas dipasang tahun ini," tandasnya.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu


