Gudang Pestisida Terbakar, Anggota Dewan Sidak Taman Tekno
SETU-Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Julham Firdaus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Taman Tekno, Kecamatan Setu, menyusul terjadinya kebakaran di gudang pestisida. Sidak dilakukan untuk memastikan dampak kebakaran terhadap lingkungan dan keselamatan warga sekitar.
Julham menilai, peristiwa kebakaran tersebut tidak bisa dianggap sepele. Menurutnya, insiden itu berpotensi menimbulkan dampak serius, terutama terhadap lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat, khususnya akibat kemungkinan pencemaran zat kimia.
“Ini kejadian yang harus disikapi dengan sangat serius. Dampak lingkungannya berbahaya, apalagi ada indikasi tercemarnya aliran sungai akibat kebakaran tersebut,” ujar Julham di sela-sela sidaknya, Selasa (10/2).
Ia menjelaskan, kebakaran gudang farmasi berpotensi melepaskan zat kimia berbahaya yang bisa terbawa ke lingkungan sekitar, termasuk ke badan air. Jika tidak ditangani cepat, kondisi ini dapat membahayakan warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai.
Julham menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya soal kebakaran semata, tetapi juga menyangkut polusi lingkungan dan antisipasi pencemaran lanjutan. Oleh karena itu, koordinasi lintas instansi dan pengawasan harus diperketat.
“Yang jelas ini masalah serius bagi polusi lingkungan. Langkah antisipasi pencemaran lainnya harus segera dilakukan. Tindakan koordinasi dan pengawasan perlu diperketat,” tegasnya.
Sebagai langkah cepat, Julham meminta Dinas Kesehatan Kota Tangsel untuk segera menyiagakan posko darurat. Posko tersebut diharapkan dapat memantau kondisi kesehatan warga yang tinggal di sepanjang sungai yang diduga terpapar zat kimia.
“Hari ini saya minta Dinas Kesehatan standby posko darurat agar warga di sepanjang sungai yang terpapar zat kimia bisa terpantau kondisi kesehatannya,” kata Julham.
Selain itu, Julham juga meminta pihak pengelola kawasan serta pemilik bahan kimia untuk bertanggung jawab melakukan penetralan air sungai yang terdampak pencemaran. Menurutnya, langkah ini penting untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Ia menegaskan, bahwa pengawasan tidak hanya difokuskan pada gudang yang terbakar, tetapi juga seluruh aktivitas usaha di kawasan Taman Tekno. Hal ini guna memastikan tidak ada potensi bahaya serupa di kemudian hari.
“Pengawasan harus ketat, bukan hanya di lokasi yang terbakar, tapi semua perusahaan di kawasan gudang Tekno harus diawasi,” ujarnya.
Julham juga menyoroti peran Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pengawasan kawasan industri dan pergudangan.
Ia menekankan, bahwa pengawasan tidak boleh terhambat oleh status zona kawasan ataupun bentuk intervensi lainnya. Selama berada di wilayah Tangsel, seluruh aktivitas usaha wajib mematuhi aturan yang berlaku.
“Pemkot harus evaluasi pola pengawasan. Tidak boleh terhambat zona kawasan atau intervensi apa pun. Selama itu ada di Tangerang Selatan, norma aturan undang-undang dan ketentuan harus dijalankan,” tandasnya.
Julham berharap kejadian ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak agar pengelolaan bahan kimia dan sistem keamanan gudang di kawasan industri lebih diperketat demi melindungi lingkungan dan keselamatan masyarakat.
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 13 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu









