TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Dinkes Targetkan Prevalensi Stunting Turun Jadi 8 Persen

Pantau Puskesmas & Tangani Ibu Hamil

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari selected
Jumat, 13 Februari 2026 | 07:45 WIB
Kepala Dinkes Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar optimis dapat menekan angka stunting.
Kepala Dinkes Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar optimis dapat menekan angka stunting.

SERPONG-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) optimistis mampu menurunkan angka prevalensi stunting hingga menyentuh target 8 persen pada tahun ini. Berbagai intervensi kesehatan terus diperkuat untuk menekan angka stunting, yang pada survei terakhir tercatat sebesar 10,5 persen.

 

Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, penurunan stunting menjadi prioritas utama yang terus dikejar melalui pelayanan kesehatan terintegrasi di seluruh fasilitas layanan kesehatan.

 

“Yang pasti tahun ini stunting harus kita turunkan. Dari capaian sebelumnya 10,5 persen, targetnya harus lebih rendah,” ujar Allin, Kamis (12/2).

 

 Allin menjelaskan, data terbaru stunting di Kota Tangsel dirilis secara berkala setiap enam bulan sekali melalui hasil penimbangan dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Saat ini, Dinkes Tangsel masih menunggu hasil survei terbaru untuk melihat tren penurunan secara resmi.

 

 “Rilis data dilakukan enam bulan sekali, setelah bulan penimbangan. Saat ini kami masih menunggu hasil survei status gizi terbaru,” jelasnya.

 

Meski demikian, Allin menyebut optimisme tersebut didukung oleh berbagai upaya yang telah dan terus dilakukan Dinkes Tangsel. Mulai dari pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup, pemantauan kesehatan ibu hamil, hingga penanganan balita berisiko stunting di tingkat puskesmas.

 

“Upaya yang kita lakukan cukup banyak, mulai dari pelayanan sesuai siklus hidup, pemberian makanan tambahan, pemantauan rutin stunting di setiap Puskesmas, hingga pendampingan ibu hamil,” paparnya.

 

Selain itu, Dinkes Tangsel juga memperkuat pemantauan tumbuh kembang balita melalui Posyandu dan layanan kesehatan dasar untuk memastikan intervensi dapat dilakukan sejak dini. Dengan berbagai langkah tersebut, Allin mengaku optimistis target penurunan stunting bisa tercapai.

 

“Kita harus optimis. Kalau bisa, penurunan prevalensi stunting tahun ini berada di angka 8 persen,” tegasnya.

 Allin menegaskan, komitmen pihaknya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kota Tangerang Selatan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit