TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Alhamdulillah, Pemain Muslim di Premier League Bisa Buka Puasa di Tengah Pertandingan

Reporter & Editor : AY
Rabu, 18 Februari 2026 | 06:03 WIB
Pemain Arsenal yang beragama Islam William Saliba. Foto : Ist
Pemain Arsenal yang beragama Islam William Saliba. Foto : Ist

INGGRIS – Menjelang bulan suci Ramadan, Premier League bersama seluruh kompetisi sepak bola di Inggris kembali menerapkan kebijakan khusus yang memberikan kesempatan kepada pemain Muslim untuk berbuka puasa saat pertandingan berlangsung.

 

Selama Ramadan, waktu Magrib di Inggris umumnya berada pada rentang pukul 17.00 hingga 19.00 waktu setempat. Kondisi ini membuat sejumlah laga yang digelar pada Sabtu pukul 17.30 atau Minggu pukul 16.30 berpotensi bertepatan dengan waktu berbuka puasa.

 

Dalam pelaksanaannya, kapten tim akan berkoordinasi dengan wasit guna menentukan momen yang tepat agar pemain Muslim dapat membatalkan puasanya. Kesempatan berbuka biasanya diberikan saat terjadi penghentian permainan secara alami, seperti tendangan gawang, tendangan bebas, atau lemparan ke dalam.

 

Dengan mekanisme tersebut, pertandingan tidak perlu dihentikan secara khusus. Permainan tetap berjalan normal, sementara pemain Muslim diberi waktu singkat sekitar satu hingga tiga menit untuk mengonsumsi air atau makanan ringan sebagai pembatal puasa.

 

Sebelum laga dimulai, ofisial pertandingan dan perwakilan kedua tim juga terlebih dahulu membahas potensi jeda berbuka serta perkiraan waktunya. Langkah ini dilakukan agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama sejak awal pertandingan.

 

Sepak bola Inggris sendiri dihuni sejumlah pemain Muslim papan atas yang berperan penting di klub masing-masing, seperti Mohamed Salah, Wesley Fofana, William Saliba, dan Noussair Mazraoui.

 

Kebijakan ini kembali menegaskan komitmen sepak bola Inggris dalam menjunjung tinggi nilai keberagaman dan toleransi, sekaligus memastikan para pemain dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa mengganggu jalannya kompetisi.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit