Harga Minyak Turun, Rupiah Menguat ke Rp16.851 per Dolar AS
JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Rabu pagi. Mata uang Garuda naik tipis sekitar 0,07 persen ke level Rp16.851 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp16.863 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia pagi ini terlihat bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang tercatat melemah 0,17 persen, baht Thailand turun 0,13 persen, yuan China terkoreksi 0,01 persen, serta won Korea Selatan yang melemah 0,19 persen.
Sementara itu, dolar Singapura justru menguat 0,06 persen, sedangkan dolar Hong Kong sedikit melemah 0,01 persen terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut.
Di pasar global, Indeks Dolar AS yang mengukur kekuatan dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia tercatat naik tipis sekitar 0,05 persen ke level 98,86.
Rupiah juga menunjukkan penguatan terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Terhadap poundsterling Inggris, rupiah naik 0,22 persen ke level Rp22.649. Sementara terhadap euro menguat 0,33 persen ke posisi Rp19.393, dan terhadap dolar Australia naik 0,42 persen menjadi Rp12.042.
Analis pasar keuangan Lukman Leong menilai penguatan rupiah dipicu oleh penurunan tajam harga minyak pada perdagangan sebelumnya.
Menurutnya, pergerakan rupiah hari ini berpotensi bergerak stabil dengan kecenderungan menguat terbatas seiring meredanya tekanan dari harga minyak.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa ketegangan geopolitik terkait konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran masih menjadi faktor risiko yang dapat menekan pergerakan rupiah.
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp16.800 hingga Rp16.950 per dolar AS.
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Internasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu



