TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Trump Klaim Perang dengan Iran Bisa Selesai 3 Minggu, Realistis atau Sekadar Retorika?

Reporter & Editor : AY
Kamis, 02 April 2026 | 08:19 WIB
Presiden AS Donald Trump. Foto : Ist
Presiden AS Donald Trump. Foto : Ist

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan optimisme tinggi bahwa konflik antara Amerika Serikat–Israel melawan Iran dapat berakhir dalam waktu tiga minggu ke depan. Namun, klaim tersebut memicu keraguan di tengah eskalasi konflik yang masih terus berlangsung.

 

Trump menegaskan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan penarikan pasukan AS dari kawasan Timur Tengah dalam waktu dekat.

 

“Kami akan pergi segera,” ujar Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (31/3/2026).

 

Konflik bersenjata antara AS–Israel dan Iran sendiri telah berlangsung sejak 28 Februari 2026. Serangan udara menghantam sejumlah wilayah strategis Iran, termasuk ibu kota Teheran. Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

 

Situasi semakin memanas setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia. Penutupan ini memicu gangguan besar pada pasokan energi global dan meningkatkan kekhawatiran akan krisis energi.

 

Di dalam negeri, kebijakan Trump menuai kritik tajam. Gelombang protes besar terjadi, dengan jutaan warga AS turun ke jalan menolak keputusan perang. Sejumlah senator juga mendesak evaluasi terhadap langkah militer tersebut.

 

Meski tekanan meningkat, Trump tetap percaya diri. Ia bahkan menyebut bahwa penghentian konflik tidak harus melalui kesepakatan formal dengan Iran.

“Kalau mereka mau berunding, bagus. Tapi tidak harus membuat kesepakatan dengan saya,” ujarnya.

 

Trump menegaskan bahwa tujuan utama operasi militer adalah memastikan Iran tidak lagi memiliki kemampuan mengembangkan senjata nuklir.

“Kalau mereka sudah tidak mampu lagi, kita akan pergi. Kita sedang menyelesaikan pekerjaan ini,” tegasnya.

 

Ia juga mengklaim bahwa kekuatan militer Iran telah dilemahkan secara signifikan, mulai dari angkatan laut hingga sistem pertahanan udara.

“Mereka sudah mundur jauh. Butuh 15 sampai 20 tahun untuk bangkit lagi,” kata Trump.

 

Namun, di lapangan, situasi justru menunjukkan sebaliknya. AS dilaporkan terus memperkuat kehadiran militernya di kawasan. Kapal induk USS George H.W. Bush tengah menuju Timur Tengah untuk bergabung dengan USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford yang telah lebih dulu dikerahkan.

 

Selain itu, ribuan marinir, kapal amfibi, serta jet tempur juga disiapkan, mengindikasikan potensi eskalasi menuju operasi darat.

 

Iran Tegaskan Siap Hadapi Serangan

Dari pihak Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan kesiapan negaranya menghadapi kemungkinan serangan lanjutan, termasuk operasi darat.

 

“Kami siap. Tapi saya rasa mereka tidak akan berani. Kami tahu bagaimana membela diri,” ujarnya kepada Al Jazeera.

 

Ia juga menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup bagi negara yang terlibat konflik dengan Iran.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan bahwa negaranya terbuka untuk mengakhiri konflik, dengan syarat ada jaminan keamanan agar agresi tidak terulang.

“Solusi terbaik adalah menghentikan serangan dan memberi jaminan keamanan,” ujarnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit