TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Pahlawan Perdamaian Gugur di Lebanon, Tiga Prajurit TNI Dilepas dengan Upacara Militer UNIFIL

Reporter & Editor : AY
Jumat, 03 April 2026 | 10:18 WIB
Upacara militer melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon, Kamis (2/4/2026), di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Lebanon. Foto : Ist
Upacara militer melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon, Kamis (2/4/2026), di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Lebanon. Foto : Ist

LEBANON – Suasana haru menyelimuti upacara militer pelepasan tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon, Kamis (2/4/2026). Upacara penghormatan tersebut digelar di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, sebagai bentuk penghargaan terakhir atas jasa dan pengabdian mereka.

 

Upacara dipimpin langsung oleh Force Commander UNIFIL, Letnan Jenderal Aroldo Lázaro. Prosesi berlangsung khidmat di tengah situasi keamanan yang masih memanas akibat konflik di wilayah tersebut.

 

Tiga prajurit yang gugur adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur, dan Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon. Mereka meninggal dunia dalam serangan yang terjadi pada 29 hingga 30 Maret 2026 saat menjalankan tugas sebagai bagian dari Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

 

Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya ketiga prajurit tersebut. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa kepergian mereka bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia.

 

“Pengorbanan mereka adalah wujud nyata dedikasi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia,” demikian pernyataan Kemlu RI, Jumat (3/4/2026).

 

Proses Pemulangan Penuh Tantangan

Pemerintah Indonesia saat ini terus berkoordinasi dengan PBB guna mempercepat proses pemulangan jenazah ke Tanah Air. Repatriasi direncanakan berlangsung pada pekan pertama April 2026, meski menghadapi sejumlah kendala akibat situasi konflik di kawasan.

 

Dalam kondisi normal, perjalanan dari Beirut menuju Jakarta memakan waktu sekitar 17 jam. Namun, meningkatnya intensitas kontak senjata, termasuk serangan di wilayah Lebanon Selatan, membuat proses evakuasi menjadi lebih kompleks dan berisiko.

 

Meski demikian, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan proses pemulangan berjalan dengan aman, cepat, dan penuh penghormatan.

 

“Repatriasi ini merupakan bentuk tanggung jawab negara sekaligus penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur,” lanjut pernyataan tersebut.

Di tengah duka, doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia serta komunitas internasional terus mengalir. Hal ini menjadi bukti bahwa pengabdian ketiga prajurit telah mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

 

Pengorbanan mereka akan selalu dikenang sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit