TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Harga Plastik Naik, UMKM Tertekan

Reporter & Editor : AY
Selasa, 07 April 2026 | 12:12 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA – Lonjakan harga plastik dan bahan kemasan dalam beberapa waktu terakhir menjadi sorotan di Senayan. Kenaikan ini dinilai memberatkan pelaku usaha, terutama sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) makanan dan minuman.

 

Anggota Komisi VI DPR, Firnando Ganinduto, menegaskan kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa intervensi. Ia mendorong pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan (Kemendag), segera mengambil langkah strategis untuk mengendalikan harga sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku di dalam negeri.

 

Menurutnya, kenaikan harga plastik telah menekan margin keuntungan pelaku usaha kecil. Di sisi lain, UMKM tidak leluasa menaikkan harga jual karena berisiko kehilangan konsumen.

“Ini bukan sekadar kenaikan biasa, tapi sudah menjadi tekanan biaya yang serius bagi UMKM,” ujarnya di Jakarta, Senin (6/4/2026).

 

Ia menjelaskan, fenomena ini merupakan bentuk cost-push inflation, yakni kenaikan biaya produksi yang memaksa pelaku usaha menanggung beban tambahan. Dalam situasi ini, UMKM menjadi pihak paling rentan karena keterbatasan daya tawar dan akses bahan baku alternatif.

 

Firnando pun mendorong pemerintah melakukan langkah stabilisasi, seperti memperketat pengawasan distribusi bahan baku serta memperkuat industri petrokimia dalam negeri guna mengurangi ketergantungan impor.

 

Selain itu, percepatan pengadaan bahan baku dari luar negeri juga dinilai penting melalui kerja sama langsung dengan negara pemasok. Ia juga menekankan perlunya koordinasi lintas kementerian agar kebijakan yang diambil bersifat jangka panjang dan berkelanjutan.

 

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan pemerintah tengah mencari sumber alternatif bahan baku plastik untuk mengantisipasi gangguan impor dari kawasan Timur Tengah.

 

“Nafta yang menjadi bahan baku plastik selama ini kita impor dari Timur Tengah, sehingga kita ikut terdampak,” ujarnya.

Kemendag, lanjut Budi, telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah negara seperti India serta beberapa negara di Afrika dan Amerika. Pemerintah juga berkoordinasi dengan pelaku industri dan perwakilan RI di luar negeri guna memastikan pasokan tetap terjaga.

 

Ia menambahkan, lonjakan harga bahan baku plastik tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di sejumlah negara lain seperti Singapura, China, Korea Selatan, Thailand, dan Taiwan.

“Yang terpenting, pasokan tetap terjaga agar produksi dalam negeri bisa kembali normal,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit