TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

6 Orang Keroyok Remaja Di Jombang Hingga Tewas

Diduga Karena Dendam Lama

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Kamis, 30 April 2026 | 07:40 WIB
Polres Tangsel kembali gelar kegiatan Police Go To School untuk cegah tawuran dan bully.
Polres Tangsel kembali gelar kegiatan Police Go To School untuk cegah tawuran dan bully.

CIPUTAT-Seorang remaja laki-laki berinisial FA (17 tahun) dikeroyok hingga meninggal dunia di wilayah Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Selasa (28/4). Peristiwa maut ini diduga karena dendam lama. 

 

 Aksi kekerasan tersebut berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB di Jalan Taqwa, Kampung Gunung RT 03/RW 04, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat.

 

 Berdasarkan keterangan saksi berinisial RH (20 tahun), dirinya melihat keributan saat melintas di lokasi bersama rekannya yakni, A (20 tahun).

 

 Saat itu, RH menyaksikan sekelompok remaja tengah melakukan aksi kekerasan terhadap korban. “Saya lihat ada yang ribut, terus ada yang membacok korban,” ujar RH.

 

 RH mengaku tidak menyadari bahwa korban yang dikeroyok merupakan saudaranya sendiri. Ia pun melanjutkan perjalanan pulang sebelum akhirnya mendapat kabar bahwa FA menjadi korban dalam kejadian tersebut.

 

 Setelah menerima informasi itu, RH bersama rekannya kembali ke lokasi kejadian. Sesampainya di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangsel untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nahas, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh tim medis.

 

 Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, korban saat itu sedang seorang diri ketika tiba-tiba diserang oleh sekelompok pelaku. “Korban ini sedang sendirian, tiba-tiba dikeroyok sama para pelaku. Enam orang sudah kita amankan,” kata Bambang saat dikonfirmasi, Kamis (29/4).

 

 Bambang menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, korban sempat meminta dijemput oleh ayahnya sebelum kejadian. “Pas mau pulang, anaknya minta dijemput sama bapaknya. Lalu bapaknya minta tunggu dulu, tapi anaknya malah berangkat,” ujarnya.

 

 Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan enam pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut. “Pelaku enam orang sudah kami amankan,” tegas Bambang.

 

 Dari hasil pemeriksaan, motif pengeroyokan diduga dipicu dendam lama terkait peristiwa tawuran yang terjadi pada 2025.

 

 “Menurut keterangan tersangka, mereka dendam karena saat tawuran tahun 2025 kalah dari kelompok korban,” ungkapnya.

 

 Korban dikenal sebagai pribadi baik dan tidak pernah terlibat dalam aksi tawuran. Kasus ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut serta pendalaman peran masing-masing pelaku.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit