Kebutuhan Hewan Kurban di Banten Naik pada 2026, Pasokan Lokal Baru Penuhi 19 Persen
SERANG — Kebutuhan hewan kurban di Provinsi Banten pada Iduladha 2026 diprediksi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, kemampuan peternak lokal untuk memenuhi permintaan masyarakat masih sangat terbatas sehingga pasokan hewan kurban tetap bergantung dari luar daerah.
Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten mencatat, kebutuhan hewan kurban pada 2025 mencapai 61.690 ekor. Pada 2026, jumlah tersebut diperkirakan naik lebih dari tiga persen menjadi 63.171 ekor.
Dari total kebutuhan itu, peternak lokal di Banten diperkirakan hanya mampu menyediakan sekitar 11.969 ekor atau sekitar 19 persen. Sementara lebih dari 80 persen kebutuhan lainnya masih dipasok dari luar Provinsi Banten.
Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Distan Provinsi Banten, Ari Mardiana mengatakan, peningkatan kebutuhan hewan kurban terjadi hampir setiap tahun, terutama menjelang Hari Raya Iduladha.
“Hasil produksi hewan kurban lokal di Banten hanya bisa menyediakan sekitar 19 persen dari estimasi kebutuhan kurban. Sisanya masih bergantung dari luar daerah,” kata Ari, Selasa (12/5/2026).
Berdasarkan data Distan Banten, kebutuhan sapi kurban pada 2026 diperkirakan mencapai 14.409 ekor. Namun, stok sapi potong yang tersedia dan siap dipasarkan hanya sekitar 1.946 ekor.
Sementara itu, kebutuhan kerbau kurban diprediksi mencapai 516 ekor dengan ketersediaan sekitar 652 ekor. Artinya, stok kerbau di Banten dinilai masih mencukupi bahkan mengalami surplus.
Untuk kambing kurban, kebutuhan masyarakat diperkirakan mencapai 26.002 ekor. Namun, stok yang tersedia hanya sekitar 6.123 ekor. Sedangkan kebutuhan domba diperkirakan mencapai 22.224 ekor dengan ketersediaan hanya sekitar 3.249 ekor.
Ari menyebut, tingginya ketergantungan terhadap pasokan hewan kurban dari luar daerah terjadi karena minat masyarakat untuk beternak masih rendah, meski Banten memiliki potensi pengembangan peternakan yang cukup besar.
“Potensinya sebenarnya ada, terutama di Kabupaten Pandeglang dan Lebak. Tapi minat masyarakat untuk mengembangkan peternakan hewan kurban masih kurang,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga masih menemukan praktik pemotongan sapi betina produktif yang seharusnya dipertahankan untuk pengembangbiakan ternak.
“Padahal kami sudah sering mengingatkan agar sapi betina produktif tidak dipotong. Tapi karena alasan kebutuhan ekonomi, praktik itu masih terjadi,” katanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distan Provinsi Banten, Nasir M Daud menambahkan, pihaknya akan memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi masyarakat.
“Kami melakukan pemeriksaan kesehatan hewan beserta dokumen asalnya untuk mencegah penyebaran penyakit hewan dan memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat aman,” tandasnya.
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 23 jam yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu





