TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Sempat Kirim Video SOS, Jurnalis Republika Dicegat Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza

Reporter: Farhan
Editor: AY
Senin, 18 Mei 2026 | 20:15 WIB
Kapal Global Sumud Flotilla. Foto : Ist
Kapal Global Sumud Flotilla. Foto : Ist

ISRAEL — Jurnalis Republika, Bambang Noroyono alias Abeng, dilaporkan menjadi salah satu peserta armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang dicegat militer Israel di perairan internasional, sekitar 200 mil dari Gaza, Senin (18/5/2026).


Kabar tersebut mengejutkan publik Indonesia. Sebab, sebelum penangkapan terjadi, Abeng sempat mengirim video SOS berisi permintaan bantuan kepada Pemerintah Indonesia.


“Saya Bambang Nuryono alias Abeng, warga negara Indonesia dan partisipan pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026,” ujar Abeng dalam video yang diunggah akun Instagram Republika.


Dalam video tersebut, Abeng meminta Pemerintah Indonesia segera mengambil langkah apabila dirinya benar-benar ditahan oleh militer Israel.


“Saya mohon agar Pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajahan Zionis Israel,” katanya.


Video SOS itu dikirim pada Senin pagi waktu Turki. Dalam prosedur Global Sumud Flotilla, video semacam itu biasanya dirilis ketika armada mulai dicegat dan terdapat potensi penahanan oleh militer Israel.


Koalisi Global Sumud Flotilla menyebut armada bantuan tersebut berangkat dari Turki sejak 14 Mei 2026 dengan melibatkan sekitar 50 kapal yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza.


Para relawan membawa obat-obatan, logistik, serta bantuan sipil lainnya bagi korban blokade dan agresi berkepanjangan di Palestina.


“Kapal-kapal militer saat ini sedang mencegat armada kami dan pasukan IDF sedang naik ke kapal pertama kami di siang bolong,” tulis koalisi itu melalui akun X.


Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddi, membenarkan ada sembilan relawan asal Indonesia dalam rombongan tersebut, termasuk dua jurnalis Republika, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.
Menurut Andi, keduanya menjalankan tugas jurnalistik sekaligus membawa misi kemanusiaan.


“Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami. Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia dan menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional,” tegasnya.


Sebelumnya, pada 29 April 2026, militer Israel juga sempat menahan 10 aktivis asal Malaysia dalam intersepsi armada bantuan serupa di dekat Pulau Kreta. Seluruh aktivis tersebut kemudian dibebaskan dua hari setelah penahanan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit