Selat Hormuz Memanas! AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Dunia Kembali Meroket
IRAN – Ketegangan di Selat Hormuz kembali memuncak setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran terlibat aksi saling serang di salah satu jalur pelayaran minyak paling vital di dunia. Situasi ini langsung mengguncang pasar energi global dan memicu lonjakan harga minyak dunia.
Komando Pusat AS (Centcom) melancarkan serangan terbaru ke Iran pada Rabu (27/5/2026) dengan menargetkan fasilitas militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis di selatan Iran. Dalam operasi tersebut, militer AS juga mengklaim berhasil menembak jatuh empat drone Iran di wilayah perairan Selat Hormuz.
Menurut laporan New York Times, serangan dilakukan ketika Iran disebut tengah bersiap meluncurkan drone kelima. Ledakan besar dilaporkan terdengar di kawasan timur Bandar Abbas tak lama setelah serangan berlangsung.
Juru Bicara Centcom, Kapten Tim Hawkin, menegaskan serangan itu dilakukan sebagai langkah defensif.
“Serangan kami terukur, murni defensif, dan dimaksudkan untuk mempertahankan gencatan senjata,” ujar Hawkin, Kamis (28/5/2026).
Sebelumnya, pada Senin (25/5/2026), AS juga melancarkan serangan terhadap lokasi rudal Iran dan kapal-kapal yang diduga hendak memasang ranjau di Selat Hormuz.
Iran pun merespons keras. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menembak jatuh satu drone AS dan melepaskan tembakan ke arah jet tempur Amerika yang memasuki wilayah udara Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam atas aksi militer Washington.
“AS akan bertanggung jawab atas tindakan agresif dan tidak dapat dibenarkan. Republik Islam Iran tidak akan membiarkan tindakan tersebut,” demikian pernyataan resmi Teheran.
Ketegangan makin meningkat setelah IRGC melepaskan tembakan peringatan ke kapal-kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa koordinasi dengan otoritas keamanan Iran.
Menurut pejabat militer Iran, empat kapal asing dipaksa berbalik arah setelah mengabaikan peringatan yang diberikan pasukan Iran. Kantor Berita Tasnim juga melaporkan kapal tanker minyak AS menjadi sasaran tembakan peringatan sehingga memilih mundur dari jalur pelayaran.
Dalam perkembangan terbaru, IRGC mengklaim telah menyerang pangkalan udara AS pada Kamis (28/5/2026) dini hari sebagai balasan atas agresi militer Washington. Meski tidak menyebut lokasi spesifik, Kuwait mengonfirmasi sistem pertahanan udaranya tengah menghadapi serangan rudal dan drone musuh.
Situasi panas ini terjadi di tengah upaya negosiasi antara Washington dan Teheran. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut peluang kesepakatan masih terbuka, meski prosesnya berjalan alot.
“Masih banyak pembahasan mengenai bahasa spesifik dalam dokumen awal. Proses ini akan memakan waktu beberapa hari,” kata Rubio.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Oman apabila negara tersebut bekerja sama dengan Iran dalam pengelolaan Selat Hormuz.
“Tidak ada yang akan mengendalikannya. Itu perairan internasional,” ujar Trump seperti dikutip Al Jazeera.
Sementara itu, Pemerintah Iran menegaskan Selat Hormuz dan program uranium merupakan garis merah yang tidak bisa dinegosiasikan.
Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menyatakan tekanan dan ancaman AS tidak akan membuat Teheran mundur.
Meski demikian, media pemerintah Iran melaporkan adanya rancangan awal nota kesepahaman antara kedua negara. Dalam draft tersebut, Iran disebut bersedia memulihkan lalu lintas pelayaran komersial di Selat Hormuz dalam waktu satu bulan.
Sebagai imbalannya, AS akan menarik pasukan militernya dari sekitar wilayah Iran dan menghentikan blokade laut. Namun, Iran tetap ingin mempertahankan kendali pengawasan dan pemeriksaan kapal yang melintas di selat tersebut.
Ketegangan terbaru di kawasan Timur Tengah itu langsung mengguncang pasar energi dunia. Harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari 3 persen menjadi 97,29 dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 3,42 persen menjadi 91,71 dolar AS per barel.
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 16 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu






