Di Hadapan Kiai dan Santri di Lampung, Jokowi Tegaskan Tetap Jadi Sosok Sederhana
LAMPUNG - Safari politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Lampung resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari. Sebelum kembali ke Solo, Jokowi menutup rangkaian kunjungannya dengan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Lampung Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan pesan yang menonjolkan kesederhanaan dirinya di hadapan para kiai, santri, dan masyarakat yang hadir.
“Saya masih seperti dulu, tetap orang desa, wong ndeso,” ujar Jokowi disambut tepuk tangan para hadirin.
Selama berada di Lampung sejak Jumat (26/6/2026), Jokowi menghadiri berbagai agenda, mulai dari konsolidasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), pertemuan dengan tokoh masyarakat dan pelaku UMKM, menerima gelar adat, hingga bertatap muka langsung dengan warga di sejumlah daerah.
Di Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Jokowi hadir mengenakan busana muslim lengkap dengan peci hitam dan sorban hijau. Kedatangannya disambut antusias. Warga dan para santri tampak berjejer untuk bersalaman dan mengabadikan momen bersama.
Saat diminta memberikan sambutan, Jokowi sempat menolak secara halus sebelum akhirnya berdiri di podium.
Ia mengaku status sebagai mantan presiden tidak mengubah cara hidup maupun lingkungan tempat ia berasal.
“Lingkungan saya tetap seperti dulu. Saya berasal dari kampung dan tidak pernah jauh dari kehidupan masyarakat,” katanya.
Jokowi juga bercerita bahwa rumahnya di Solo kerap didatangi masyarakat dari berbagai daerah, termasuk Lampung. Banyak yang datang hanya untuk bertemu atau menyampaikan salam dari keluarga.
Menurutnya, hal itu menjadi salah satu alasan mengapa Lampung dipilih sebagai daerah pertama dalam agenda kunjungan setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Di sisi lain, safari politik ini juga dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi politik menjelang kontestasi politik mendatang. Sejumlah pengamat menilai pendekatan yang digunakan Jokowi tetap mengandalkan citra kedekatan dengan masyarakat yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Namun bagi para pendukung yang hadir di lokasi, pesan yang paling melekat justru sederhana: jabatan boleh berakhir, tetapi identitas dan kedekatan dengan masyarakat tetap ingin dipertahankan.
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Lifestyle | 15 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu




