TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Tertinggal 7-1, Jonatan Christie Bangkit dan Menang Cepat di Kejuaraan Dunia BWF 2026

Reporter & Editor : AY
Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:33 WIB
Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie. Foto : Ist
Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie. Foto : Ist

NEW DELHI — Jonatan Christie mengawali kiprahnya di Kejuaraan Dunia BWF 2026 dengan kemenangan meyakinkan. Tunggal putra andalan Indonesia itu menyingkirkan wakil Jerman, Matthias Kicklitz, dalam dua gim langsung.


Bertanding di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, Selasa (18/8/2026), Jonatan yang akrab disapa Jojo menang 21-15, 21-14 dalam waktu 40 menit. Hasil tersebut mengantarkannya ke babak 32 besar.


Meski menang straight game, langkah Jojo tidak mudah. Ia harus bangkit dari ketertinggalan cukup jauh pada kedua gim.


Pada gim pertama, Jonatan sempat tertinggal 7-15. Namun, unggulan ketiga turnamen tersebut perlahan menemukan ritme permainan. Ia mampu memangkas jarak, membalikkan keadaan, dan mengamankan gim pembuka 21-15.


Situasi serupa terjadi pada gim kedua. Jojo kembali tertinggal 1-7. Namun, ketenangan dan kematangannya membuat permainan berbalik. Ia mulai mengontrol tempo pertandingan hingga akhirnya menutup gim kedua 21-14.


“Secara keseluruhan permainan hari ini sudah sesuai tujuan. Saya memang ingin mencari ritme sekaligus mengenali kondisi stadion seperti apa,” ujar Jonatan dalam keterangan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Selasa (18/8/2026).


Kemampuan Jojo beradaptasi dengan cepat menjadi salah satu kunci kebangkitannya. Ia mampu membaca kondisi arena, arah angin, hingga laju kok yang cukup memengaruhi jalannya pertandingan.


Pertandingan tersebut juga mempertegas pandangan Jojo mengenai semakin meratanya persaingan di sektor tunggal putra dunia. Menurutnya, para pemain muda kini bukan lagi sekadar menjadi pengganggu para unggulan, tetapi sudah mampu bersaing di level elite.


“Kalau hitungan di atas kertas, ya sekadar di atas kertas saja. Namun saat sudah di dalam lapangan, peluang setiap pemain sama kuat, lima puluh berbanding lima puluh,” tegas atlet kelahiran Jakarta tersebut.


Kesiapan mental serta kemampuan menjalankan strategi dengan tepat menjadi faktor penting yang membuat Jojo mampu mengatasi tekanan dan mengalahkan Kicklitz tanpa harus memainkan gim penentuan.


Selain pertandingan, Jojo juga mengapresiasi penyelenggaraan Kejuaraan Dunia BWF 2026 di India. Ia menilai kualitas arena kali ini jauh lebih baik dibandingkan pengalamannya saat tampil di India Terbuka.


Menurut Jojo, pandangan visual di arena kali ini lebih jernih dan nyaman. Hal tersebut berbeda dengan pengalamannya di India Terbuka yang sempat terganggu kondisi kabut.


Kemenangan Jojo turut menjaga peluang Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Selain dirinya, sejumlah wakil Merah Putih juga masih berjuang, di antaranya Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, serta Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit