TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Asap Karhutla Kalimantan Tembus Filipina, Kualitas Udara Metro Manila Memburuk

Reporter: Farhan
Editor: AY
Rabu, 02 September 2026 | 08:41 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terus meluas hingga menyeberang ke wilayah Filipina. Dampaknya, kualitas udara di sejumlah kawasan Metro Manila masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya bagi kesehatan.


Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam (DENR) Filipina mencatat, indeks kualitas udara (AQI) di Paranaque mencapai 296, Quezon City 241, Las Pinas 237, dan Manila 231. Tingginya angka tersebut dipengaruhi kandungan partikel halus PM2,5 di udara.


“Peningkatan polusi kemungkinan terkait asap dan kabut pekat dari kebakaran yang masih berlangsung di Kalimantan, Indonesia,” tulis Philippine News Agency, Selasa (1/9/2026).


Dampak kabut asap juga mulai mengganggu aktivitas pendidikan di Quezon City. Pemerintah setempat untuk sementara menghentikan pembelajaran tatap muka di seluruh sekolah negeri, mulai jenjang pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas.
Pemerintah Kota Quezon mengimbau masyarakat mengenakan masker serta mengurangi waktu dan aktivitas fisik di luar ruangan.


Kondisi serupa terjadi di negara tetangga lainnya. Kabut asap dari karhutla Kalimantan juga dilaporkan mencapai Brunei Darussalam.


Kementerian Kesehatan Brunei memperingatkan masyarakat mengenai potensi gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, seperti batuk, iritasi mata, dan pilek.


Masyarakat yang memiliki asma, penyakit paru-paru dan jantung, alergi debu, serta kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, dan lansia, diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Warga yang mengalami gangguan pernapasan terus-menerus atau kondisinya memburuk juga diminta segera mendapatkan perawatan medis.
1.180 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan


Berdasarkan citra satelit ASEAN Specialized Meteorological Center (ASMC), terdeteksi 1.180 titik panas di wilayah Kalimantan pada 29 Agustus 2026.


Angin barat daya yang dominan bertiup menuju Brunei turut membawa asap dari titik-titik panas tersebut, sehingga memperburuk kondisi kabut di negara itu.


Sebelumnya, Thailand, Malaysia, dan Singapura juga melaporkan dampak kabut asap serta memburuknya kualitas udara akibat karhutla di Kalimantan.


Di Malaysia, misalnya, kualitas udara di negara bagian Sarawak pada Senin (31/8/2026) sempat mencapai level berbahaya. Indeks polusi udara atau Air Pollutant Index (API) tercatat menembus 476 pada pagi hari.


Sebagai gambaran, API 0-50 dikategorikan baik, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, sedangkan angka di atas 300 masuk kategori berbahaya.


Pemerintah Tindak 19 Perusahaan
Di dalam negeri, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mulai mengambil langkah penegakan hukum terhadap 19 perusahaan yang diduga berkaitan dengan karhutla di wilayah Sumatera dan Kalimantan.


Deputi Penegakan Hukum KLH Irjen Pol Rizal Irawan mengatakan, penanganan perkara dilakukan melalui tiga jalur, yakni sanksi administratif, sengketa lingkungan hidup atau gugatan perdata, serta proses pidana.


“Secara keseluruhan, 19 perusahaan tersebut tersebar di provinsi-provinsi di Sumatera dan Kalimantan dengan total area terbakar mencapai sekitar 11.046,69 hektare,” ujar Rizal dalam siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom), dikutip Selasa (1/9/2026).


Dari jumlah tersebut, 12 perusahaan berada di Kalimantan dan tujuh lainnya di Sumatera.


Di Kalimantan Barat terdapat tujuh perusahaan dengan total area terbakar 2.260,08 hektare. Kemudian tiga perusahaan berada di Kalimantan Selatan dengan luas area terbakar 6.595,15 hektare, serta dua perusahaan di Kalimantan Tengah dengan luas 99,40 hektare.


Sementara di Sumatera Selatan terdapat enam perusahaan dengan total area terbakar 772,72 hektare. Satu perusahaan berada di Lampung dengan area terbakar 202,73 hektare dan satu lainnya di Riau dengan luas sekitar 7,10 hektare.


Rizal menegaskan, pemerintah akan meminta pertanggungjawaban perusahaan apabila terbukti melakukan pelanggaran.


“Perkara pidana akan ditangani oleh penyidik dari Polri, mulai dari tingkat Polda, Polres, maupun Mabes Polri,” tegasnya.


155 Titik Api Masih Menyala
Upaya pemadaman juga terus dilakukan di sejumlah wilayah yang masih dilanda karhutla.


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 155 titik api yang tersebar di tujuh provinsi prioritas hingga Selasa (1/9/2026).


Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, pemadaman dilakukan melalui operasi darat dan udara untuk mencegah kebakaran meluas.


“Operasi pemadaman api di karhutla tetap dilaksanakan. Ada dua cara yang kami laksanakan yaitu melalui satgas darat dan satgas udara,” kata Berton dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026).


Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan titik api terbanyak, yakni 63 titik. Disusul Kalimantan Barat 30 titik dan Papua Barat 19 titik.


Sementara Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan masing-masing mencatat 13 titik api. Adapun Riau terdapat empat titik.


Untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit dipadamkan dari darat, BNPB mengerahkan helikopter untuk operasi water bombing. Hingga kini, sekitar 3,8 juta liter air telah dijatuhkan dari udara.
Kalimantan Selatan menjadi salah satu wilayah dengan intensitas water bombing tertinggi. Sebanyak lima helikopter dikerahkan dalam 11 sorti dengan total 1,328 juta liter air.


Di darat, satgas juga terus melakukan pemadaman. Di Kalimantan Barat, lahan seluas 262 hektare telah berhasil dipadamkan. Sementara di Riau, area yang berhasil dipadamkan mencapai 126 hektare.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit