TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Sepanjang 2026, Kasus HIV di Lebak Capai 85 Kasus Tertinggi di Rangkasbitung

Reporter: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi selected
Kamis, 24 September 2026 | 19:15 WIB
Ilustrasi HIV AIDS.(Istimewa)
Ilustrasi HIV AIDS.(Istimewa)

LEBAK - Hingga Agustus 2026, secara kumulatif jumlah Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kabupaten Lebak sebanyak 788 orang. Dari jumlah tersebut 85 kasus baru ditemukan sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak, Nining Tilawah menyatakan, jumlah temuan kasus tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. “Sampai Agustus kumulatif sebanyak 788 ODHIV ditemukan. Sampai bulan Agustus tahun 2026 kasus HIV ditemukan 85, jika dibandingkan dengan tahun 2025 ditemukan 126 penderita HIV,” ujar Nining, kepada wartawan, Kamis (24/9/2026)

 

Dijelaskannya, kasus HIV di Kabupaten Lebak tersebar di 24 kecamatan dan Kecamatan Rangkasbitung menjadi wilayah paling tinggi jumlah 9 ODHIV. “Sampai Agustus 2026, kasus HIV tersebar di 24 kecamatan, tertinggi di Kecamatan Rangkasbitung dengan 9 kasus atau 10,5 persen dari 85 kasus HIV yang ditemukan,” tukasnya.

 

Dikatakan Nining, tingginya angka HIV/AIDS di Kecamatan Rangkasbitung pengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya seperti mobilitas masyarakat yang cukup tinggi, adanya perilaku seksual berisiko, serta masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang HIV. “Selain itu, stigma terhadap orang dengan HIV juga membuat seseorang takut melakukan tes atau berobat. Di sisi lain, tingginya kasus yang ditemukan juga dipengaruhi oleh semakin aktifnya pemeriksaan HIV di fasilitas kesehatan,” ujarnya.

 

Dikatakannya, mengenai angka kematian secara kumulatif ada 48 orang yang meninggal akibat HIV/AIDS di Kabupaten Lebak dan tahun ini terdapat tiga ODHIV yang meninggal dunia. “Sejauh ini sudah ada 48 orang meninggal akibat HIV/AIDS di Kabupaten Lebak, untuk tahun 2026 ada 3 orang,” terangnya.

 

Dalam upaya menekan kasus HIV, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Lebak terus memperkuat berbagai upaya pencegahan dan penanganan. “Perlu memperkuat pencegahan dan penanganan HIV/AIDS melalui edukasi, pemeriksaan dini, peningkatan layanan kesehatan serta pengobatan dan pendampingan berkelanjutan. Upaya ini perlu melibatkan KPA. Dinas Kesehatan, pemerintah desa, sekolah dan pihak terkait,” jelasnya.

 

Pihaknya berharap, dengan program yang telah dijalankan oleh Dinas Kesehatan kesadaran masyarakat dapat lebih meningkat. “Dinkes perlu terus memperkuat edukasi, pencegahan, pemeriksaan dan pendampingan HIV/AIDS. Lapangan masyarakat semakin sadar, berani melakukan pemeriksaan dan tidak memberikan petikan kepada orang dengan HIV. Dengan kerjasama semua pihak, penularan HIV dapat ditekan dan masyarakat Lebak menjadi lebih sehat,” pungkasnya.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit