TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

PORPROV 2026

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Minyak Dunia Terkoreksi, Harapan Damai AS-Iran Menguat

Oleh: Fazel MG
Editor: AY
Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:47 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

TIMUR TENGAH — Harga minyak mentah dunia melemah pada Kamis (29/10/2026) di tengah harapan terbukanya kembali jalur diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Namun, ancaman gangguan pasokan di Timur Tengah membuat pasar energi global masih dibayangi ketidakpastian.


Reuters melaporkan, harga minyak Brent turun 0,7 persen menjadi US$114,47 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) asal AS terkoreksi menjadi US$101,65 per barel dalam perdagangan pagi waktu GMT. Pelemahan ini terjadi setelah kedua acuan minyak tersebut menguat sehari sebelumnya.


Sentimen pasar membaik menyusul laporan bahwa Wakil Presiden AS JD Vance mengirim surat kepada pejabat senior Dewan Keamanan Iran, Mohsen Rezaei, untuk membuka peluang perundingan kembali. Qatar juga dilaporkan telah mengajukan rancangan kesepakatan baru kepada Teheran guna mengakhiri konflik yang melibatkan AS dan Israel.


Meski demikian, peluang perdamaian masih menghadapi hambatan. Seorang pejabat senior Iran menilai rancangan kesepakatan tersebut belum dapat diterima. Di tengah perbedaan itu, Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Teheran masih memberi ruang bagi upaya diplomasi.


Di sisi lain, risiko terhadap pasokan minyak belum mereda. Ketegangan di kawasan, termasuk aktivitas kelompok Houthi di Yaman dan ancaman terhadap infrastruktur energi, memicu kekhawatiran atas keamanan produksi serta jalur distribusi minyak.


Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mencermati dua faktor utama: peluang meredanya konflik dan potensi gangguan pasokan. Jika perundingan menghasilkan kesepakatan, tekanan terhadap pasokan berpeluang berkurang. Sebaliknya, eskalasi konflik dapat kembali memicu lonjakan harga minyak.


Bagi negara pengimpor energi, perubahan harga minyak mentah berpengaruh terhadap biaya impor dan berpotensi menambah tekanan ekonomi. Namun, dampaknya terhadap inflasi dan harga bahan bakar domestik tetap bergantung pada nilai tukar, kebijakan pemerintah, serta mekanisme penetapan harga energi di masing-masing negara.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit