TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo

Gibran Nyatakan Siap Maju Pilgub

Bidik Jateng Atau Jakarta

Laporan: AY
Sabtu, 21 Januari 2023 | 08:33 WIB
Gibran Rakabuming Raka. (Ist)
Gibran Rakabuming Raka. (Ist)

SOLO, Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka menyatakan siap maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub). Namun, Wali Kota Solo itu, belum mau mengungkap pilgub mana yang mau diikuti. Hanya saja, Gibran sudah mulai bicara pembangunan di Jawa Tengah dan di DKI Jakarta. Apakah ini kode Gibran akan bidik dua provinsi seksi ini?

Pertanyaan soal ikut pilgub ini sudah beberapa kali ditanyakan kepada Gibran. Pertanyaan serupa misalnya, pernah dilontarkan pada pertengahan Juni 2022, atau saat Gibran mengikuti Sekolah Partai di DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta. 

Saat kunjungan ke Jakarta itu, Gibran menyambangi kediaman Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan belajar berkuda kepada Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Namun saat itu, Gibran yang ditanya soal rencana ikut pilgub, tak mau menanggapi lebih jauh. 

Kini, Gibran tampaknya lebih percaya diri. Ia bahkan menyatakan siap apabila dicalonkan sebagai gubernur. Hanya saja, lanjut dia, keputusan soal ini ada tangan Megawati Soekarnoputri. 

"Kita tunggu keputusan dari partai, kita lihat dulu permintaan warga seperti apa," kata Gibran, kepada wartawan di Balai Kota Solo, Kamis (19/1) lalu. 

Kata Gibran, melihat respons dari warga itu penting. Karena percuma saja kalau ada ambisi tapi tak dipilih warga. Ia pun meminta semua pihak menunggu keputusan soal ini dari Bu Mega.

"Sekali lagi saya ini masih belajar, masih perlu banyak masukan-masukan beliau-beliau senior," kata Gibran.

Lalu pilgub mana yang mau diikuti? Gibran tak mengungkap secara jelas. Kata dia, pembangunan di kedua provinsi itu sudah baik di bawah pemimpin sebelumnya. Jadi, program-program yang baik wajib diteruskan.

"Maksudnya ke depan nanti benar-benar DKI menjadi pusat ekonomi, Jateng sebagai lumbung pangan," kata Gibran, berdiplomasi.

Yang jelas, lanjut dia, fokusnya saat ini adalah menuntaskan program kerjanya di Solo. 

Sejumlah parpol menanggapi pernyataan kesiapan Gibran yang siap mengikuti pemilihan gubernur ini. Tanggapannya beragam.

Ketua DPP PKB, Daniel Johan menyampaikan, sebaiknya Gibran fokus dulu menyelesaikan tugasnya sebagai wali kota. Menurut dia, proses menuju Pilgub 2024 masih lama. Menuju ke sana, Gibran harus meninggalkan jejak yang baik di Solo.

Setelah itu baru mulai membangun komunikasi yang baik dengan parpol dan pastikan ingin maju di Pilgub mana. Apakah DKI atau Jateng. 

Politisi PKB asal Kalimatan Barat ini mengatakan,  partainya sampai sekarang belum membahas soal pilkada. Pembicaraan soal pilkada baru akan dimulai setelah Pileg 2024.

"Ya kalau memang (Gibran serius), kita PKB terbuka, ya mungkin nanti Mas Gibran harus mampir-mampir ke PKB," kata Daniel, di Markas PKB, Jakarta, kemarin.

Waketum Golkar, Melchias Markus Mekeng menyampaikan, hal serupa. Kata dia, siapa pun berhak untuk mencalonkan diri sebagai cagub.

Apakah Golkar akan ikut mendukung atau tidak, Mekeng bilang Golkar memiliki mekanisme sendiri dalam merekrut cagub. Selama calon itu memiliki visi yang sama, dan elektabilitasnya oke, Golkar bisa saja mendukung calon tersebut. 

Soal Gibran, Mekeng bilang oke-oke saja. Ia menilai Gibran sudah membuat sejumlah gebrakan saat menjadi Wali Kota Solo.

"Menurut saya program-programnya bagus.  Cocok anak muda untuk memimpin," ujarnya.

Waketum PAN, Viva Yoga Mauladi mengaku, senang dengan keputusan Gibran tersebut. Kata dia, Gibran mewakili generasi milenial yang mempunyai visi dan pekerja keras. Persoalan apakah nanti maju di DKI atau Jawa Tengah, semua dikembalikan kepada mekanisme di internal PDIP. "Karena Mas Gibran adalah kader PDIP," ujarnya.

Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi menyampaikan, hal senada. Kata dia, peluang untuk Gibran maju sangat terbuka. Yang penting, Gibran harus membuktikan kinerjanya di Solo. Gibran masih punya waktu cukup panjang untuk membuktikan hal itu.

Bukti kinerja di Solo itu menurut dia menjadi modal untuk maju Pilgub 2024. Perihal maju di DKI Jakarta atau Jateng, menurutnya hanya soal penugasan.

Lalu bagaimana tanggapan PDIP? Sekretaris DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Gembong Warsono belum mau bicara banyak. Kata dia, seorang kader memang sudah seharusnya siap ketika diberikan mandat. Nah, persoalannya apakah mandat itu diberikan atau tidak tergantung keputusan Bu Mega. "Nanti partai yang memutuskan," kata Gembong, yang juga menjabat Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD DKI Jakarta.

Untuk Pilgub DKI, Gembong mengatakan, Gibran memang masuk dalam daftar cagub PDIP. Selain Gibran, ada juga mantan Wali Kota Surabaya yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial Tri Rismaharini, Mantan Bupati Banyuwangi Azwar Anas dan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Hendrar Prihadi. 

Lalu apa kata pengamat? Pengamat politik, Jamiluddin Ritonga mengatakan, peluang Gibran nyagub memang besar. Sebagai anak presiden, Gibran bisa dengan mudah mendapat tiket cagub dari PDIP. Jokowi yang mempunyai hubungan dekat dengan Megawati bisa mudah melobi tiket cagub. 

Memang elektabilitas Gibran belum oke untuk Pilgub DKI. Namun, menurutnya, Gibran masih punya waktu untuk mengereknya. Di saat yang sama, jaringan relawan Jokowi sudah tersedia. Yang penting kata dia, saat ini Gibran fokus mencetak prestasi monumental selama memimpin Kota Solo.

"Prestasi itu diperlukan untuk meyakinkan pemilih Jakarta kelayakannya menjadi Gubernur DKI," kata Jamiluddin, kemarin.

Analisa berbeda disampaikan pengamat politik Dedi Kurnia Syah. Menurut dia, Gibran harus berpikir ulang jika berniat maju di DKI. Menurut dia, untuk maju menjadi cagub, Gibran masih butuh mengasah kemapanan politiknya di Solo.  

Kenapa begitu? Kata dia, lawan politik Gibran cenderung lebih mapan dan punya riwayat karir yang lebih mumpuni. Jadi, lebih baik Gibran fokus di Solo untuk periode selanjutnya. "Akan lebih  mudah mengampanyekan Gibran di Jateng dibanding di Jakarta. Jakarta sudah tertakar, Jokowi terbukti gagal menangkan Ahok meskipun sudah berdarah-darah," ujarnya. 

Elektabilitas Gibran di Jawa Tengah memang lebih moncer. Hasil survei Charta Politika, elektabilitas Gibran Berada di urutan pertama dengan 37,7 persen. Ia unggul telak mengalahkan Taj Yasin Maimoen yang mendapatkan 12,5 persen. Lalu, Hendrar Prihardi sebanyak 7,7 persen, FX Hadi Rudyatmo sebanyak 4,7 persen, Achmad Husein sebanyak 3,7 persen, Sudirman Said sebanyak 3,1 persen, Rustriningsih 2,2 persen dan Komjen Condro Kirono sebanyak 0,5 persen. 

Sementara di Pilgub DKI, elektabilitas Gibran masih kalah jauh dengan Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Erick Thohir, Tri Rismaharini, Sandiaga Uno, Emil Dardak, Hendar Pribadi. rm.id

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo