TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Asian Games 2023

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Yield Obligasi AS Naik, Rupiah Loyo

Oleh: Farhan
Selasa, 23 Mei 2023 | 10:20 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

SERPONG - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka melemah 0,09 persen ke level Rp 14.903 per dolar AS dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 14.890 per dolar AS.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,07 persen, baht Thailand menguat 0,02 persen, dolar Singapura menguat 0,06 persen, won Korea Selatan menguat 0,68 persen, dolar Singapura menguat 0,06 persen, peso Filipina melemah 0,29 persen, dan yuan China melemah 0,29 persen.

Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,07 persen ke level 103,20. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,09 persen ke level Rp 16.103, terhadap poundsterling Inggris minus 0,12 persen ke level Rp 18.526, dan terhadap dolar Australia melemah 0,10 persen ke level Rp 9.905.

Analis Senior dari DCFX, Lukman Leong mengatakan, melemahnya rupiah disebabkan naiknya imbal hasil obligasi AS. 

“Rupiah masih berfluktuasi melawan dolar AS. Hal ini lantaran perhatian tertuju pada pertemuan Presiden AS Joe Biden dengan Ketua DPR AS Kevin McCarthy “ ucapnya di Jakarta, Selasa (23/5).

Pasalnya, pertemuan Biden-McCarthy menjadi yang paling dinanti pelaku pasar. Sebab bisa menentukan kenaikan pagu utang Amerika Serikat, dan menghindari gagal bayar.

Lukman memproyeksi, nilai tukar rupiah bakal bergerak di kisaran Rp 14.850 hingga Rp14.950 per dolar AS. 

Komentar:
Berita Lainnya
Foto : Ist
Tembus Rp 15.498, Rupiah Keok Lagi
Rabu, 27 September 2023
Foto : Ist
Rupiah Belum Ada Tanda-tanda Menguat
Selasa, 26 September 2023
Foto : Ist
Awal Pekan Rupiah Masih Loyo
Senin, 25 September 2023
Foto : Ist
Rupiah Masih Lemes Pagi Ini
Kamis, 21 September 2023
Foto ; Ist
Rupiah Masih Loyo Pagi Ini
Rabu, 20 September 2023
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo