TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo
Perang Rusia Ukraina

Bos Gandum Dan Istri Tewas Dirudal Di Rumahnya

Laporan: AY
Senin, 01 Agustus 2022 | 08:00 WIB
Pengusaha gandum Ukraina Oleksiy Vadaturskiy beserta Istri nya tewas dirumahnya setelah dihantam Rudal Rusia. Foto : Istimewa
Pengusaha gandum Ukraina Oleksiy Vadaturskiy beserta Istri nya tewas dirumahnya setelah dihantam Rudal Rusia. Foto : Istimewa

UKRAINA - Bos gandum Ukraina, Oleksiy Vadaturskiy (74) dan istri dilaporkan tewas dalam serangan rudal Rusia, yang menghantam rumahnya di wilayah selatan Kota Mykolaiv, Sabtu (30/7).


Wali Kota Mykolaiv Oleksandr Senkevych mengatakan, pemboman itu merupakan yang terberat di Mykolaiv, sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu. 


Serangan yang meluluhlantakkan kota di jalur utama menuju Odesa, pelabuhan terbesar Ukraina di Laut Hitam, mengakibatkan kerusakan di sebuah hotel, kompleks olahraga, dua sekolah dan sebuah bengkel, serta rumah penduduk.

Vadatursky adalah pemilik perusahaan Nibulon, yang bergerak di bidang ekspor gandum. Dia pernah meraih penghargaan sebagai Pahlawan Ukraina.

"Kontribusi Vadatursky untuk pengembangan industri pertanian, pembuatan kapal serta pengembangan kawasan, sangat berharga," kata pemimpin wilayah tersebut, Vitaly Kim seperti dikutip BBC.

Sementara itu, Penasihat Kepala Kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky,  Mykhailo Podolyak yakin, Rusia sengaja menargetkan Vadatursky.

"Serangan ini tampaknya sengaja diarahkan. Salah satu rudal, terbukti menghantam kamar tidur Vadatursky," ungkapnya.
Sejauh ini, Nibulon telah membangun banyak fasilitas penyimpanan dan infrastruktur lainnya, untuk mengekspor biji-bijian.

Ukraina dan Rusia tercatat sebagai pengekspor utama gandum dan biji-bijian lainnya. Namun, gangguan ekspor akibat perang telah menyebabkan harga pangan melonjak di seluruh dunia.

Dalam perkembangannya, kedua negara telah menandatangani perjanjian ekspor gandum yang ditengahi PBB di Istanbul Turki, pada pekan lalu. Demi meredakan krisis pangan.


Kesepakatan itu hampir cedera oleh serangan Rusia di Pelabuhan Odesa, pada hari berikutnya.
Dimulainya kembali ekspor Ukraina, sempat tertunda oleh pemeriksaan keamanan. Namun, pada hari Minggu, Turki mengatakan, kapal pertama yang membawa gandum, akan meninggalkan Odesa pada Senin (1/8). (AY/HES/rm.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo