TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo

Bayi 2,5 Bulan di Karang Tengah Muntah-muntah, Diduga Minum Obat Kedaluwarsa

Oleh: AY/BNN
Rabu, 10 Agustus 2022 | 21:11 WIB
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

TANGERANG—Warga Kampung Bulak Santri, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang bernama Widia Kurnia Rahayu mengaku anaknya yang berusia 2,5 bulan muntah-muntah setelah meminum obat jenis Paracetamol yang didapatnya dari Posyandu Kenanga ketika mengikuti  imunisasi anaknya pada Selasa, (09/08/2022).


Yang mengkhawatirkan lagi, dalam kemasan obat itu tertera tanggal produksi yakni April 2018 dan kedaluwarsa pada April 2020. Artinya obat itu telah kadaluwarsa lebih dari dua tahun. Dia pun mengatakan tak habis pikir dengan temuan itu.  “Enggak kepikiran saya kan. Saya lalai juga, cuma kan pikir saya orang medis harusnya lebih teliti lagi. Itu kan obat bukan sekadar makanan,” ujarnya saat diwawancarai di kediamannya di RT 02 RW 05, Rabu (10/08/2022).


Apalagi, obat itu telah dikonsumsi oleh anaknya yang baru berusia 2,5 bulan. Dirinya pun resah, sebab sang anak sempat mengalami muntah – muntah. “Udah dua kali diminum, siang dan sore (Selasa/09/10/2022). Pas tahu obatnya kedaluwarsa itu, ini ngefek ke dia, terus pas malem taunya dia muntah,” kata Widia.

Dia mengatakan obat itu diberikan karena suhu tubuh anaknya meningkat setelah disuntik imunisasi.  “Kalau yang pertama itu kan yang di lengan sini, itu kan ngga bikin panas, nah yang ini yang di paha yang dapet, itu bikin panas makanya dikasih Paracetamol,” ungkapnya. Widia mengaku memang tak mengecek tanggal kedaluwarsa obat itu. Dirinya baru menyadari kalau obat itu kedaluwarsa dari grup WhatsApp (WA). Dimana, ada warga yang membagikan foto tanggal kedaluwarsa obat itu.


“Awalnya saya lihat dari grup WA baru sadar obat itu kedaluwarsa. Tapi ini udah diminum sama anak saya,” kata dia. Widia bersama suaminya Dimas pun khawatir soal kondisi anaknya itu setelah minum obat tersebut. Kendati, kondisinya kini telah normal. Dia pun telah melaporkan temuan ini ke Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.  “Baru hari ini (lapor) ke Instagram pak Arief. Terus pengaduan lewat WA, sudah saya WA ke situ. Susah ada respon, katanya nanti ditindaklanjuti,” tuturnya.

Hal serupa juga dialami oleh warga lainnya, Wati. Namun, Wati belum memberikan anaknya yang berusia 2 tahun 3 bulan obat tersebut. Baru hanya suntik imunisasi saja. “Saya tau itu kedaluwarsa setelah pulang ke rumah. Saya nggak sempet kasih ke anak karena lihat kemasannya aja gitu (berantakan). Diimunisasi saja,” ucapnya.

Camat Karang Tengah, Malkan Al-Masqo mengaku belum mengetahui informasi tersebut. Sebab dirinya tengah berada di Padang, Sumatera Barat. “Coba komunikasi sama Pak sekcam. Saya lagi di Padang,” pungkasnya.


Diketahui, posyandu tersebut masuk dalam wilayah penanganan Puskemas Pedurenan.  Kepala Puskesmas Pedurenan, Andita mengatakan terkait dengan persoalan temuan obat tersebut akan segera diklarifikasi. “Mohon maaf sedang kami klarifikasi lebih lanjut. Karena posisi saya juga tidak di puskesmas,” pungkasnya. 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo