Ekonomi Triwulan IV-2025 Tumbuh 5,39 Persen, Tertinggi Pasca Pandemi Covid-19
JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan, ekonomi Indonesia pada Triwulan IV-2025 tumbuh 5,39 persen secara year on year (yoy). Secara kumulatif, ekonomi Indonesia di tahun 2025 tumbuh 5,11 persen.
"Angka 5,39 persen ini merupakan pertumbuhan ekonomi Triwulan IV tertinggi pasca pandemi Covid-19," kata Amalia dalam Rilis Berita Statistik yang disampaikan pada Kamis (5/2/2026).
Dari sisi lapangan usaha, seluruh lapangan usaha tumbuh positif pada Triwulan IV-2025, kecuali lapangan usaha pertambangan. Ada lima lapangan usaha yang memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi Triwulan IV-2025 yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pengolahan.
"Total share kelima lapangan usaha ini mencakup 63,09 persen dari Produk Domestik Brutto (PDB)," jelas Amalia.
Di luar itu, ada tiga sektor lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, dengan rincian sebagai berikut:
1. Transportasi & Pergudangan, tumbuh didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat seiring Libur Nataru dan kebijakan stimulus diskon tarif angkutan.
2. Informasi & Komunikasi, tumbuh didukung oleh peningkatan aktivitas pengguna internet dan peningkatan traffic data operator.
3. Jasa Keuangan, tumbuh ditopang oleh pertumbuhan kredit dan pendapatan premi asuransi.
Industri pengolahan merupakan sumber pertumbuhan terbesar ekonomi di Triwulan IV-2025, dengan kontribusi 1,10 persen," jelas Amalia.
Selain itu, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi Triwulan IV-2025 juga didorong oleh sektor perdagangan dengan kontribusi 0,79 persen. Disusul sekror informasi dan komunikasi (0,55 persen), pertanian (0,51 persen).
Pertumbuhan Ekonomi Dari Sisi Pengeluaran
Pada Triwulan IV-2025, secara year on year, seluruh komponen dari sisi pengeluaran mengalami pertumbuhan positif. Sektor konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Brutto (PMTB) tercatat sebagai komponen pengeluaran dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi Triwulan IV-2025, masing-masing dengan angka 53,63 persen dan 30,02 persen.
Investasi PMTB yang didorong oleh pertumbuhan barang modal bangunan serta mesin dan peralatan, merupakan komponen pertumbuhan tertinggi dengan angka 6,12 persen. Disusul Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) dengan angka 5,9 persen dan konsumsi rumah tangga 5,11 persen.
Konsumsi LNPRT didorong oleh peningkatan aktivitas organisasi kemasyarakatan dan penanganan bencana di Sumatera.
Sumber Pertumbuhan Tertinggi
Jika dilihat dari sumber pertumbuhan, pada Triwulan IV-2025, konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar dengan angka 2,68 persen. Disusul PMTB 1,96 persen dan konsumsi pemerintah 0,43 persen.
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Galeri | 1 hari yang lalu


