TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Jemaah Haji Indonesia Tiba  Di Arab Saudi, Disambut Karpet Ungu Dan Sekuntum Mawar

Oleh: Ujang Sunda
Senin, 13 Mei 2024 | 08:25 WIB
Foto : Ujang Subda/Tangsel Pos
Foto : Ujang Subda/Tangsel Pos

ARAB SAUDI - Jemaah haji Indonesia mulai tiba di Arab 1Saudi, Minggu (12/5/2024). Kedatangan para tamu Allah ini, disambut hangat dan istimewa oleh Pemerintah Arab Saudi. Setiap jemaah yang tiba diberi sekuntum mawar dan cokelat.
Jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 1 dari Embarkasi Jakarta Pondok Gede, yang menumpang pesawat Garuda Indonesia GA 7301, tiba di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Azis (AMAA), Madinah, pukul 8 pagi waktu Arab Saudi atau pukul 12 siang waktu Jakarta.
Jumlah jemaah yang tiba sebanyak 393 orang. Terdiri atas 388 jemaah reguler dan 5 petugas kloter. Dari jumlah itu, 79 merupakan jemaah lansia, 13 jemaah menggunakan kursi roda. Mereka keluar bandara melalui Terminal Fast Track, sehingga prosesnya berjalan cepat. Tak ada lagi proses pemeriksaan Imigrasi, karena sebelumnya sudah dilakukan saat berangkat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.
Kedatangan jemaah haji Indonesia kloter pertama ini, disambut dengan istimewa oleh pihak Arab Saudi. Selembar karpet ungu panjang dibentangkan di lantai bandara untuk pijakan kaki para jemaah. Petugas dari Arab Saudi berdiri berjejer di kiri kanan melakukan penyambutan. Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad, Komjen RI di Jeddah Yusron, dan Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Abdillah, ikut dalam penyambutan.
Saat jemaah berjalan di atas karpet, seorang petugas dari Saudi menaburkan bunga penyambutan. Lalu, beberapa perwakilan otoritas bandara dengan ramah dan senyum lebar menyodorkan sekuntum bunga mawar ke setiap jemaah. Ada yang merah, ada yang kuning. Dubes Indonesia, Konjen RI Jeddah, dan Kepala Daker Bandara, juga ikut memberikan bunga. Di ujung karpet, petugas Saudi menyodorkan baki berisi cokelat dan kurma khas Madinah.
Di pintu keluar bandara, jemaah disambut para petugas haji, yang sudah standby menunggu. Semua petugas sigap membantu. Ada yang membawakan koper, menuntun hingga bus, memayungi, mendorong kursi roda, hingga menggendong. Jemaah harus dipayungi, karena cuaca di Saudi sangat terik. Meski pagi, suhunya sudah mencapai 38 derajat celcius. Menjelang siang, suhu mencapai 41 derajat celcius.

Di hari pertama ini, ada 18 kloter yang tiba di Tanah Suci melalui Bandara AMAA, Madinah, dengan jumlah jemaah 5.909 orang. Ke-18 kloter tersebut berasal dari Embarkasi Jakarta Pondok Gede, Jakarta Bekasi, Batam, Palembang, Surabaya, Kertajati, Lombok, Banjarmasin, Solo, Makassar, dan Padang.

Sejumlah jemaah begitu haru bisa sampai di Tanah Suci. Mereka berkaca-kaca dengan air mata bahagia.
"Alhamdulillah, senang sekali bisa berangkat haji," ujar Ibu Aliya (64 tahun), jemaah haji asal Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.
Ibu Aliya berangkat bersama suaminya, Hasan (74 tahun) dan tiga anak menantunya. Dia berterima kasih kepada para petugas haji yang sudah menyambut dan melayani dengan baik. Dirinya dan suami, yang sama-sama menggunakan kursi roda, didorong sampai pintu bus. "Terima kasih ya, Dek," ucapnya.

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad senang melihat penyambutan jemaah kloter pertama ini berlangsung dengan baik. Mulai dari fasilitas yang diberikan Pemerintah Arab Saudi sampai dengan kesigapan para petugas.
"Alhamdulillah, pelayanan kali ini sangat bagus. Karena datang melalui fast track, jadi jemaah tidak perlu lama-lama antre di bandara," ucapnya.

Sebelumnya, dalam pelepasan jemaah haji kloter pertama di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu dini hari (12/5/2024), Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi yang telah memberikan dan menambah layanan fast track bagi jemaah haji Indonesia. Fast track merupakan fasilitas preclearance atau pemeriksaan dokumen jemaah haji oleh Keimigrasian Pemerintah Arab Saudi di Indonesia. Fast track awalnya hanya dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Mulai tahun ini, fast track juga dilakukan di Bandara Juanda Surabaya dan Adi Soemarmo Surakarta.
Layanan fast track dapat menghemat waktu jemaah setibanya di bandara tujuan, baik Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah maupun King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah. Sebab, proses pengecekan dokumen keimigrasian (pre departure clearance), seperti visa dan paspor, sudah dilakukan sejak di Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Juanda, dan Bandara Adi Soemarmo.

“Ini ikhtiar besama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi dalam memudahkan jemaah. Atas nama Pemerintah Indonesia, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi yang telah memberikan fasilitas fast track tambahan, selain di Jakarta, juga ada di Solo dan Surabaya,” ucap Menag.
“Semoga ini memberikan kemudahan, kebaikan, dan kelancaran bagi seluruh jemaah haji Indonesia,” harap Menag.
Keberangkatan 393 jemaah kloter pertama Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG 01) ini, menandai dimulainya fase pemberangkatan jemaah haji Indonesia ke Tanah Suci. Proses pemberangkatan ini berlangsung dari 12 Mei hingga 10 Juni 2024.
Menag beserta Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Syekh Faisal Abdullah Al Amudi dan Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzili, menyaksikan langsung proses layanan fast track keberangkatan jemaah JKG 01. "Waktunya tidak lebih dari 2 menit. Sangat cepat sekali. Sangat membantu jemaah. Nanti sampai Saudi, mereka tidak lagi ada proses imigrasi, dan bisa langsung naik bus ke hotel dan beribadah di Tanah Suci,” terang Menag.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syekh Faisal Abdullah Al Amudi berterima kasih atas kerja sama yang baik antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi. Dia mendoakan agar jemaah haji Indonesia bisa menjalankan ibadah dengan baik selama di Tanah Suci.
“Kami mendoakan jemaah haji Indonesia baik dan sehat, serta diterima amal ibadahnya,” harapnya.
Kuota haji Indonesia tahun ini, 241.000 jemaah, terdiri atas 213.320 jemaah hajj reguler dan 27.680 jemaah haji khusus. Tahun ini, layanan fast track sudah bisa diberikan kepada 128.450 jemaah (60,21 persen jemaah haji reguler) yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Adi Soemarmo, dan Juanda.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo