TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo
Lawan Puan

Ganjar Sabarnya Besar

Laporan: AY
Selasa, 20 September 2022 | 08:58 WIB
Ganjar Pranowo bersama Menhub Budi Karya Sumadi dan Menteri PU Basuki saat berada di acara Kagama Minggu (18/9). (Ist)
Ganjar Pranowo bersama Menhub Budi Karya Sumadi dan Menteri PU Basuki saat berada di acara Kagama Minggu (18/9). (Ist)

0JAKARTA - Selain elektabilitasnya moncer, modal Ganjar Pranowo saat ini adalah sabar. Meskipun berkali-kali dirinya tidak dilibatkan di acara partai yang dihadiri Ketua DPR Puan Maharani di daerah kekuasaannya, Gubernur Jawa Tengah itu, tidak marah. Ganjar sabarnya besar.

Akhir pekan kemarin, Puan kembali masuk ke kandang banteng di Jateng. Dari undangan yang beredar, acara itu bertajuk ‘Menang Spektakuler 2024: Hattrick!’. Berlangsung di Renaissance Ballroom, Kota Semarang, Minggu (18/9).

Sementara puncak acara tersebut mengusung tema ‘Pertemuan Seluruh El Commandante, Komandante Bintang Dua & Komandante Bintang Tiga untuk Menerima Arahan dari Mbak Puan Maharani’.

Sekitar 20 kepala daerah kader PDIP se-Jateng diundang dalam acara tersebut. Ada bupati, ada wali kota. Mereka dikumpulkan untuk persiapan Pemilu 2024. Sayangnya, Ganjar selaku Gubernurnya Banteng Jateng, malah tidak masuk dalam list undangan.

Jika melirik acara-acara Banteng di Jateng yang lalu, Ganjar memilih pergi ke luar daerah. Jika sebelumnya pergi ke Makassar, kali ini Ganjar pergi ke Jakarta. Alasannya sama, acara Keluarga Alumni  Universitas Gadjah Mada (Kagama). Dimana Ganjar adalah Ketumnya.

Lebih dari 2.500 alumni dikumpulkan di Ecovention Ancol, Jakarta, Minggu (18/9) lalu. Termasuk para menteri di kabinet Jokowi, seperti Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menhub Budi Karya Sumadi. Namun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang juga alumni UGM, tak terlihat batang hidungnya.

Dengan acara ini, Ganjar pun punya alasan kenapa tidak hadir di acara Puan di Jateng. “Kemarin, saya ada acara Kagama di Jakarta,” kilah Ganjar.

Namun, ia enggan menjelaskan apakah dirinya diundang ataukah tidak diundang dalam acara PDIP di Jateng. Ganjar no comment.

Kendati demikian, teka-teki diundang atau tidak diundangnya Ganjar tetap terjawab. Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang “Pacul” Wuryanto beralasan, acara PDIP Jateng yang dihadiri Puan itu, hanya diperuntukkan kepada kepala daerah level kabupaten dan kota.

DPC, bupati, ketua dewan di level itu, karena itu tempatnya suara, oke? Jadi enggak usah diperdebatkan lagi, understand?” kata sosok yang akrab dengan Bambang Pacul, Minggu (18/9).

Kader Banteng lain, Junimart Girsang membela Puan. Ia menilai bukan tugas Puan untuk mengundang Ganjar dalam acara PDIP di ‘kandang banteng’.

Tentu mereka punya staf atau punya orang untuk itu,” kata Junimart kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin. “Bu Puan punya sekretaris jenderal kan begitu. Kalau semua kepala daerah diundang, menurut saya tentu tanpa terkecuali,” sambungnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR ini menepis kabar Ganjar tidak diundang. Ia meminta agar tidak underestimate mengatakan tidak diundang. Hanya saja ia membuka kemungkinan ada kepala daerah berhalangan hadir dalam pertemuan tersebut.

"Kalau disebut tidak diundang saya kira gak sampai segitunya,” ucapnya.

Pengamat komunikasi politik Lely Arrianie menilai, kembali tidak hadirnya Ganjar di acara-nya Puan menunjukkan semakin jauhnya jarak komunikasi antara Ganjar dengan PDIP.

“Terlihat ada jarak komunikasi dengan partainya yang makin jauh, apakah dijauhkan atau memang ia sendiri yang menjauh, tapi saya rasa, Ganjar tidak menjauh,” kata Lely, tadi malam.

Menurutnya, jika ketidakhadiran Ganjar karena tidak diundang, harusnya Ganjar selaku kader tetap harus sowan. Tidak lantas kemudian malah pergi ke acara lain. Sehingga kesannya semakin kurang elok.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno yakin bahwa tidak diundangnya Ganjar tak lepas dari persaingannya dengan Puan menuju Pilpres 2024. Bagi banteng, Ganjar dianggap berambisi maju sebagai capres. Sedangkan di tingkat elit PDIP, mayoritas mendukung Puan.

Fenomena ini, kata Adi, makin menguatkan dugaan bahwa selama ini Ganjar hanya dianggap anak kos di partainya sendiri. “Ini tidak lepas dari efek dan risiko persaingan menuju Pemilu 2024,” kata Adi.

Ke depan, lanjut Adi, selain menyentil Ganjar, PDIP bakal terus mengupayakan peningkatan elektabilitas Puan hingga cukup sebagai bekal melangkah ke gelanggang pilpres.

“Sebelum ada pengumuman resmi soal capres dari PDI-P, sepanjang itu juga saya kira Ganjar terlihat akan terus di-anaktiri-kan, dianggap anak kos-kosan di partainya sendiri,” kata dia.

Di medsos, banyak loyalis Ganjar yang geram dengan ulah PDIP terhadap Ganjar. Namun, mereka memberikan apresiasi kepada Ganjar yang tidak marah terhadap partainya. Akun @03_nakula menganggap Ganjar memang orang yang sabar.

“Walau coba disingkirkan, Pak Ganjar tetap loyal pada partai dan tetap pegang amanah rakyat,” cuitnya. (rm.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo