TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Erick Thohir Godok Skema Dana Pensiun Atlet

Reporter & Editor : AY
Senin, 12 Januari 2026 | 06:28 WIB
Menpora Erick Thohir (tengah) saat konferensi pers di Istana Negara. Foto : Ist
Menpora Erick Thohir (tengah) saat konferensi pers di Istana Negara. Foto : Ist

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan komitmen pemerintah untuk merombak stigma negatif terkait kesejahteraan atlet di Indonesia. Salah satu langkah konkret yang tengah digodok adalah perumusan skema dana pensiun bagi atlet yang telah berjasa dan mengharumkan nama bangsa.

 

Hal tersebut disampaikan Erick usai mengukuhkan sekaligus melepas Kontingen Indonesia untuk ASEAN Para Games 2025 Thailand di Jakarta, Sabtu (10/1/2026). Menurutnya, kepastian masa depan atlet harus menjadi prioritas agar profesi atlet tidak lagi dipandang sebelah mata.

 

“Stigma bahwa atlet itu miskin dan tidak punya masa depan harus kita dobrak,” tegas Erick Thohir.

 

Ia menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap masa depan para patriot olahraga nasional. Selain pemberian bonus bagi atlet berprestasi, Presiden juga menginstruksikan Kemenpora untuk menyiapkan solusi jangka panjang melalui skema dana pensiun atlet.

 

Namun demikian, Erick mengakui terdapat tantangan dalam perumusan skema tersebut. Atlet selama ini masuk dalam kategori pekerja informal, sehingga tidak memiliki gaji bulanan tetap seperti ASN atau pegawai swasta yang dapat dipotong sebagai iuran pensiun.

 

“Para atlet ini kan masuk kategori informal. Apakah nanti bisa, misalnya, bonus yang diterima menjadi bagian dari angsuran untuk masa depan mereka. Ini yang sedang kami kaji,” jelasnya.

 

Meski begitu, Erick memberikan catatan penting terkait tata kelola dana pensiun tersebut. Ia menekankan bahwa pengelolaan dana harus dilakukan secara transparan dan akuntabel agar terhindar dari praktik penyimpangan.

“Banyak kasus dana pensiun di Indonesia yang dikorupsi. Ini yang harus benar-benar kita jaga,” tegas Erick.

 

Erick menargetkan tahun 2026 sebagai masa penjajakan untuk mematangkan regulasi dan formula yang tepat. Dengan dukungan penuh pemerintah, ia optimistis skema dana pensiun atlet dapat mulai diimplementasikan dalam dua tahun ke depan.

 

“Ini tentu bisa mulai kita dorong agar benar-benar menjadi sebuah kenyataan,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit