TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

SAR Temukan 9 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Pangkep

Reporter & Editor : AY
Jumat, 23 Januari 2026 | 07:43 WIB
Tim Basarnas sedang mengevakuasi korban Pesawat ATR 42-500. Foto : Ist
Tim Basarnas sedang mengevakuasi korban Pesawat ATR 42-500. Foto : Ist

SULSEL — Tim SAR gabungan kembali menemukan enam korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Kamis (22/1/2026). Dengan temuan terbaru ini, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 9 orang dari 10 penumpang dan awak pesawat.

 

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Makassar, Andi Sultan, mengatakan enam korban ditemukan dalam rentang waktu pukul 09.22 hingga 10.11 WITA pada titik lokasi yang saling berdekatan. Salah satu jenazah berhasil diangkat dari jurang sedalam sekitar 350 meter ke puncak gunung, sementara lima korban lainnya masih menunggu proses evakuasi lanjutan.

 

Evakuasi terkendala medan ekstrem, jarak pandang terbatas, serta cuaca yang cepat berubah. Rencana penggunaan helikopter Bell 429 untuk mendukung operasi udara terpaksa dibatalkan karena kondisi cuaca tidak memungkinkan.

 

Untuk mempercepat pencarian, kepolisian menurunkan tim anjing pelacak K-9 guna menyisir area sekitar serpihan pesawat. Sementara itu, Basarnas memastikan operasi SAR terus dilanjutkan hingga satu korban terakhir ditemukan sesuai ketentuan masa pencarian.

 

Hingga saat ini, tiga kantong jenazah telah diserahkan kepada tim DVI untuk proses identifikasi. Dua korban yang telah teridentifikasi yakni pramugari Florencia Lolita Wibisono dan Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Jenazah keduanya telah diserahkan kepada keluarga dan diterbangkan ke Jakarta.

 

Di sisi lain, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah membawa kotak hitam pesawat ke Jakarta. Investigasi terhadap data CVR dan FDR mulai dilakukan Jumat (23/1/2026) untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit