Pemprov Jakarta Targetkan 10 Ribu Bus Listrik Untuk TransJakarta dan Transjabodetabek
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI berencana memiliki 10 ribu bus listrik untuk Transjakarta dan TransJabodetabek demi meningkatkan penggunaan angkutan umum sekaligus menyediakan transportasi ramah lingkungan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI dalam mewujudkan transportasi publik yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat ibu kota.
"Target saya di tahun 2029, 10.000 bus Jakarta itu sudah bus electric," kata Pramono di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (5/2/2026).
Pramono menjelaskan, peningkatan armada bus, termasuk bus listrik, menjadi kebutuhan seiring meningkatnya jumlah pengguna transportasi umum di Jakarta.
“Hari ini kebetulan kita ada ratas khusus untuk finalisasi TransJabodetabek yang dari Blok M ke Soekarno-Hatta," jelas Pramono.
Dalam rapat tersebut, Pramono juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada perubahan terkait tarif layanan TransJabodetabek Blok M–Soekarno-Hatta.
"Mengenai rencana tarifnya belum ada perubahan, tetapi sebelum jam 6 pagi Rp2.000, setelah jam 6 pagi Rp3.500. Jadi belum ada," katanya.
Untuk tahap awal pengoperasian trayek ini, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan sebanyak 20 unit bus. Dengan jumlah tersebut, waktu tunggu antarkedatangan bus ditargetkan tidak terlalu lama agar pelayanan tetap optimal bagi penumpang.
Mengenai armada yang disiapkan untuk trayek ini adalah 20. Sehingga dengan demikian setiap 5, maksimum 10 menit itu selalu ada," katanya.
Namun demikian, Pramono mengakui masih adanya keluhan dari masyarakat terkait lamanya waktu tunggu bus. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kondisi cuaca yang belakangan sering diguyur hujan.
"Kenapa kemudian sekarang ini banyak keluhan, ada keluhan mengenai nunggunya lama? Yang pertama harus diakui karena musim hujan, sering kali menunggu cukup lama.”
Selain faktor cuaca, lonjakan jumlah pengguna transportasi umum di Jakarta juga menjadi penyebab meningkatnya kepadatan dan waktu tunggu.
“Yang kedua, orang naik transportasi umum di Jakarta sekarang meningkat dengan pesat. Karena apa? 15 golongan kami gratiskan.”
Ia menilai kebijakan tersebut berhasil mendorong perubahan perilaku masyarakat, di mana penggunaan transportasi publik kini mulai menjadi kebiasaan baru warga Jakarta dalam beraktivitas sehari-hari.
"Itulah yang menyebabkan kemudian orang sekarang, naik transportasi umum itu menjadi habit baru.”
Menjawab pertanyaan terkait rencana penambahan armada, Pramono memastikan bahwa pemerintah akan terus menambah jumlah bus, seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan target besar elektrifikasi transportasi publik Jakarta.
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu


