BRIN & PPI Tangsel Donor Darah Rutin Di Klinik Pratama Nuklir Serpong
SETU-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Klinik Pratama BRIN Nuklir Serpong bersama Perhimpunan Periset Indonesia (PPI) Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menyelenggarakan kegiatan donor darah rutin bagi pegawai dan periset. Kegiatan tersebut berlangsung di Klinik Pratama BRIN Nuklir, Kawasan Sains dan Teknologi (KST) BJ Habibie, Kecamatan Setu, Rabu (11/2).
Program donor darah ini merupakan agenda berkala yang digelar empat kali dalam setahun atau setiap tiga bulan sekali. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kesehatan berkelanjutan di lingkungan BRIN.
Selain sebagai aksi sosial untuk membantu memenuhi kebutuhan transfusi darah masyarakat, donor darah rutin ini juga bertujuan menjaga kesehatan para pegawai dan periset. BRIN menilai kesehatan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mendukung produktivitas riset.
Dokter Klinik Pratama BRIN, Jinan Fairuz Anindika Rakhmat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen klinik dalam memfasilitasi aksi sosial sekaligus meningkatkan kesadaran kesehatan sivitas BRIN.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kami untuk mendorong pegawai dan periset lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya, sekaligus berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Jinan.
Ketua PPI Tangsel, Agus Sukarto Wismogroho, menjelaskan terdapat dua alasan utama penyelenggaraan donor darah rutin tersebut, yakni aspek kesehatan dan aspek sosial. Menurutnya, kedua aspek tersebut saling berkaitan dan sama pentingnya.
Dari sisi kesehatan, Agus menilai aktivitas periset yang cenderung banyak duduk dan bekerja di depan komputer berpotensi menurunkan kualitas kesehatan dalam jangka panjang. Pola kerja seperti itu dapat berdampak pada kebugaran fisik apabila tidak diimbangi dengan gaya hidup sehat.
“Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi ketika memasuki usia di atas 50 tahun, penurunan kesehatan mulai terasa,” kata Agus.
Melalui kegiatan donor darah, para peserta secara tidak langsung menjalani pemeriksaan kesehatan berkala. Sebelum mendonorkan darah, peserta diwajibkan menjalani pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb), serta pemeriksaan kondisi fisik secara umum.
Proses skrining tersebut memungkinkan deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan. Dengan demikian, peserta dapat mengetahui kondisi tubuhnya sejak awal dan mengambil langkah pencegahan yang diperlukan.
Jinan menambahkan, kegiatan donor darah juga mendorong peserta untuk menjaga pola makan, istirahat yang cukup, serta menerapkan gaya hidup sehat agar memenuhi persyaratan donor. Hal ini dinilai efektif meningkatkan kesadaran pentingnya kontrol kesehatan secara rutin.
Dari sisi sosial, kegiatan ini menjadi wujud kontribusi nyata BRIN dan PPI Tangsel dalam membantu masyarakat yang membutuhkan darah. Ketersediaan stok darah di fasilitas kesehatan sangat bergantung pada partisipasi aktif para pendonor.
Pelaksanaan donor darah dilakukan sesuai prosedur medis yang berlaku, dimulai dari pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, hingga proses pengambilan darah bagi peserta yang dinyatakan memenuhi syarat.
Salah satu peserta donor, Hasman Abimanu, mengaku merasakan manfaat setelah mendonorkan darahnya. “Tubuh terasa lebih ringan dan aliran darah lebih lancar. Selain untuk menjaga kesehatan, saya juga ingin membantu sesama,” ujarnya.
Melalui kegiatan donor darah rutin ini, BRIN dan PPI Tangsel menegaskan komitmennya dalam membangun budaya hidup sehat di kalangan periset sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial. Program ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari kontribusi institusi riset dalam mendukung kesehatan masyarakat.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 23 jam yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu









