TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Stok BBM Nasional Aman, Cadangan Energi di Atas 21 Hari

Reporter & Editor : AY
Jumat, 06 Maret 2026 | 13:36 WIB
Ruang pengendali monitoring BBM. Foto : Ist
Ruang pengendali monitoring BBM. Foto : Ist

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman dan berada di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah, termasuk menjelang periode Ramadan dan Idul Fitri 2026.

 

Pertamina terus memperkuat pasokan energi, baik BBM maupun LPG, guna mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat selama bulan Ramadan hingga masa mudik Lebaran.

 

Perusahaan menyebut cadangan energi nasional saat ini berada di kisaran 21 hingga 23 hari, sesuai ambang batas minimum pengamanan yang ditetapkan pemerintah. Bahkan untuk sejumlah produk tertentu, cadangan dapat mencapai hingga 35 hari.

 

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa angka 21–23 hari merupakan batas minimal cadangan energi, bukan berarti stok BBM akan habis setelah periode tersebut.

 

“Setelah 21–23 hari bukan berarti cadangan BBM habis total. Selama distribusi dan suplai berjalan normal, stok terus bergerak karena Pertamina terus melakukan penambahan pasokan,” ujar Baron dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat.

 

Ia menegaskan Pertamina berkomitmen menjaga cadangan energi tetap di atas batas minimum sebagai bagian dari mitigasi risiko serta upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

 

Pemantauan pasokan dilakukan secara ketat melalui sistem Pertamina Digital Hub, yakni platform pengawasan terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.

Melalui sistem tersebut, operasional sektor hulu dipastikan berjalan sesuai standar agar target produksi tercapai.

 Sementara di sektor hilir, Pertamina dapat memantau pergerakan kapal pengangkut minyak mentah dan produk BBM, termasuk proyeksi kedatangan pasokan yang akan diolah di enam kilang milik perusahaan.

 

Selain itu, teknologi digital juga memudahkan Pertamina memonitor ketersediaan BBM di berbagai outlet penjualan seperti SPBU. Distribusi melalui armada mobil tangki hingga jumlah stok di setiap SPBU dapat dipantau secara real time.

 

“Melalui satu dashboard terpadu, Pertamina dapat mengidentifikasi pergerakan konsumsi BBM dan LPG di setiap wilayah sehingga langkah antisipatif bisa dilakukan lebih dini apabila terjadi lonjakan permintaan, cuaca ekstrem, maupun dinamika global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi,” kata Baron.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit