TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Timnas Putri Iran Ingin Segera Pulang, Khawatir Situasi di Tanah Air

Reporter & Editor : AY
Selasa, 10 Maret 2026 | 06:35 WIB
Timnas Putri Iran. Foto : Ist
Timnas Putri Iran. Foto : Ist

AUSTRALIA – Tim Nasional (Timnas) putri Iran harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat di ajang Piala Asia Putri 2026. Kegagalan lolos dari fase grup membuat para pemain kini diliputi kerinduan untuk segera kembali ke Tanah Air dan berkumpul dengan keluarga, di tengah situasi konflik yang masih memanas.

 

Iran menutup fase grup dengan kekalahan 0-2 dari Filipina. Hasil tersebut memastikan tim yang diperkuat Sara Didar dan kawan-kawan gagal melangkah ke perempat final.

Sebelumnya, Iran juga menelan dua kekalahan dari Korea Selatan dan tuan rumah Australia.

 

Namun, tekanan yang mereka rasakan tidak hanya datang dari hasil di lapangan. Kekhawatiran terhadap kondisi keluarga di Iran menjadi beban tersendiri bagi para pemain dan staf tim.

 

Skuad Timnas putri Iran diketahui tiba di Australia pada bulan lalu, sebelum pecahnya konflik yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Dalam kondisi normal, tim yang tersingkir di fase grup biasanya meninggalkan lokasi turnamen beberapa hari setelah pertandingan terakhir.

Namun hingga kini, belum ada kepastian mengenai jadwal kepulangan delegasi Iran.

 

“Kami ingin berada bersama negara dan keluarga kami. Kami sangat ingin kembali,” ujar pelatih Iran, Marziyeh Jafari.

 

Situasi tim Iran juga menjadi perhatian publik. Usai pertandingan melawan Filipina, puluhan demonstran terlihat menghadang bus tim di luar stadion sambil meneriakkan seruan “bebaskan mereka”.

 

Dewan Australia-Iran turut meminta Pemerintah Australia memberikan perlindungan bagi para pemain. Mereka mendesak agar tim putri Iran tidak dipaksa meninggalkan Australia apabila keselamatan mereka belum terjamin.

 

Selain itu, petisi tersebut juga meminta pemerintah menyediakan akses terhadap penasihat hukum independen, dukungan psikologis, serta penerjemah bagi para pemain

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit