TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Jalani Program Diet, Berat Badan Menkeu Purbaya Turun 9 Kg

Reporter: Farhan
Editor: AY
Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:56 WIB
Menkeu Purbaya. Foto : Ist
Menkeu Purbaya. Foto : Ist

JAKARTA – Setelah dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025, berat badan Purbaya Yudhi Sadewa mengalami penurunan signifikan. Ia mengaku bobot tubuhnya kini berkurang sekitar 9 kilogram (kg).

 

Penampilan Purbaya terlihat lebih ramping dibandingkan saat masih menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sejumlah foto dan rekaman video yang beredar di media sosial juga memperlihatkan wajahnya tampak lebih tirus dibanding sebelumnya.

 

Perubahan tersebut sempat memunculkan berbagai spekulasi di kalangan publik. Beberapa pihak menduga penurunan berat badan itu berkaitan dengan tekanan pekerjaan setelah menjabat sebagai Menteri Keuangan.

 

Namun, Purbaya membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa penurunan berat badannya terjadi karena sedang menjalani program diet.

“Enggak (karena tekanan pekerjaan). Diet sedikit lah, biasa ini,” ujar Bendahara Negara itu di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, penurunan berat badan justru membuat tubuhnya terasa lebih ringan dan sehat. “Turunnya sekitar 8–9 kilo lah, lumayan kan,” ucapnya.

 

Sementara itu, pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, menilai perubahan penampilan pejabat publik kerap memunculkan beragam persepsi di masyarakat. Publik sering mengaitkan perubahan fisik seorang pejabat dengan beban tanggung jawab yang sedang diemban.

 

Menurut Emrus, jabatan strategis seperti Menteri Keuangan selalu berada di bawah sorotan publik yang tinggi. Karena itu, perubahan sekecil apa pun, termasuk penampilan fisik, mudah menjadi bahan perbincangan, terutama di media sosial.

 

“Dalam komunikasi politik, penampilan fisik pejabat sering dimaknai sebagai simbol dari beban tugas yang mereka jalankan. Ketika seorang pejabat terlihat lebih kurus atau berbeda dari sebelumnya, publik bisa menafsirkannya sebagai dampak dari tekanan pekerjaan,” ujarnya.

 

Meski demikian, Emrus mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Sebab, perubahan fisik seseorang dapat dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pola hidup, kondisi kesehatan, hingga keputusan pribadi seperti menjalani program diet.

 

“Jadi, tidak selalu perubahan fisik identik dengan tekanan pekerjaan. Bisa saja itu bagian dari gaya hidup baru atau upaya menjaga kesehatan,” katanya.

 

Ia menambahkan, di era media sosial saat ini, figur publik memang sulit lepas dari pengamatan masyarakat. Setiap perubahan yang terlihat di ruang publik hampir selalu memicu diskusi serta beragam penafsiran dari publik.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit